Kisah Freddy Budiman di Bangka, Buka Konter Ponsel dan Miliki Anak
Sebuah toko kacamata kesehatan menjadi saksi, tempat dimana Freddy Budiman berada di wilayah Kota Pangkalpinang di mulai tahun 2005.
Satu hari sebelum eksekusi mati, Freddy pun sempat melakukan komunikasi melalui ponsel kepada ayah dan kakak pertama BD.
"Dia cuma meminta maaf dan minta untuk menjaga anaknya dari kakak saya," katanya.
Orangtua BD pun menjawab hal itu dengan meminta Freddy untuk ikhlas atas semua yang dijalaninya.
"Malah sempat guyon kepada Freddy, bilangnya siapa tahu nanti disana (setelah kematian) ketemu sama kakak saya (RD) jadi bisa menyampaikan pesan yang selama ini belum tersampaikan," ujar BD.
Hingga proses jelang eksekusi pun, Freddy di temani keluarga besarnya salah satunya anak pria dari istri pertamanya yang juga dekat dengan keluarga BD sejak kecil.
"Anaknya sempat telepon ke orangtua saya dan nemenin Freddy terus, katanya anaknya itu nangis terus seharian, dan memang anak pertamanya itu dekat dengan kami karena pernah sempat sekolah dasar beberapa tahun di daerah Bukit Merapin Pangkalpinang," pungkasnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/gembong-narkoba-freddy-budiman-di-cengkareng_20160726_212920.jpg)