Lipsus Harian Bangka Pos

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos 1,9 M, Mantan Bendahara Bansos Itu Punya Biliar dan Perumahan

SEKRETARIS DPPKAD Bangka, Susilawati menilai SP, mantan Bendahara Bansos sebagai PNS yang biasa saja. SP bukan PNS berprestasi tapi juga tidak

Dugaan Penyelewengan Dana Bansos 1,9 M, Mantan Bendahara Bansos Itu Punya Biliar dan Perumahan
ilustrasi uang 

BANGKAPOS.COM--SEKRETARIS DPPKAD Bangka, Susilawati menilai SP, mantan Bendahara Bansos sebagai PNS yang biasa saja. SP bukan PNS berprestasi tapi juga tidak bisa dibilang jelek. Dalam kesehariannya, lanjut Susilawati, SP juga terlihat biasa saja dalam pergaulan dengan teman-teman kantor.

SP menempuh perjalanan Pangkalpinang-Sungailiat mengendarai mobil untuk bekerja.
Pekan lalu, Bangka Pos mencoba menelusuri jejak SP di Pangkalpinang. Kabar yang tersiar, SP baru membuka tempat usaha

Biliar di BTC Pangkalpinang. SP juga disebut mengelola pembangunan perumahan subsidi di daerah Kampak, tidak jauh dari kediamannya.

Saat mengunjungi tempat usaha Biliar di BTC Pangkalpinang, seorang pegawai tempat usaha itu menyebut nama SP. Namun muncul juga nama lain, yaitu IR. Pengawai itu mengatakan tempat usaha di lantai 2 BTC tersebut milik SP dan IR.

"Yang punya itu RM dan SP, cuma mereka la jarang kesini, ku dak kepo orang a jadi dak pernah nanya kerja dimana cuma setoran dikasih sama yang cewek yang di sana (menunjuk seorang perempuan yang sedang membungkus barang-Red)," kata pria 24 tahun itu.

Tempat biliar yang berada di lantai dua itu dibandrol Rp 35.000/ jam. Karyawan itu mengatakan sejak Ramadan lalu, pemilik bisnis biliar itu jarang muncul. Bangka Pos mencoba mengkonfirmasi wanita yang ditunjuk karyawan itu. Saat ditemui wanita itu mengatakan yang kerap mengambil setoran ialah IR.
"Punya IR, kalau kasih setoran langsung ke dia dak pakai transfer kadang dia kesini," sebutnya.

Bangka Pos juga mencoba menelusuri penyewaan lahan foodcourt lantai 2 tersebut ke Pengelola BTC. Dalam surat kontrak penyewa lokasi tersebut tertera nama IR sebagai pengontrak dan penanggungjawab bisnis. Kontrak biliar tersebut dimulai sejak 15 Januari 2016 dan berakhir hingga 15 Januari 2018.

"Kalau di kontrak ini atas nama IR dan kontraknya dari Januari tahun ini sampai 2018 nanti dua tahun, yang kami dan yang bertanggungjawab atas penyewa ini ya cuma IR, kami tidak tau ada pemilik yang lainnya," sebut pengelola BTC yang enggan menyebutkan namanya saat ditemui Bangka Pos.

Temuan serupa didapai Bangka Pos saat menelusuri perumahan subsidi yang dikabarkan dikelola SP. Perumahan itu tidak jauh sebuah rumah yang ditempati SP. Rumah tersebut tidak jauh dari gardu PLN di kawasan Kampak, Pangkalpinang.

Ketua RT 07 RW 02 Kelurahan Bukit Merapin, Sutarman mengatakan perumahan subsidi yang tidak jauh dari rumah yang ditempati SP merupakan usaha yang dikelola IR. Begitupula dengan rumah yang ditempati SP.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved