Sabtu, 18 April 2026

Netter Geram dan Ramai-ramai Caci Maki Amien Rais, Ternyata Inilah Pemicunya

Seorang tokoh Reformasi Amien Rais kembali menciptakan kontroversi. Pernyataannya memicu respon negatif netizen, puluhan komentar masuk di berita...

Raja Wali: Kakek baiknya istirahat banyakin ibadah lepaskan urusan duniawi biarkan mereka yg muda muda urus negara.

Rudy Leksono Adiwibowo: Si pekok bisa bangun Jkt nyeett....lah Loe bisa apa nyeettt...udh bau tanah juga gak sadar sadar.

Masih banyak komentar-komentar caci maki yang banjiri kolom komentar pada berita tersebut.

Sebut si pekok bisa dikalahkan
Kisah ini berawal setelah berikan komentar pedas.

Amien Rais mengatakan, ada kekuatan besar yang bermain di belakang salah satu calon kepala daerah yang akan maju pada Pilkada DKI Jakarta.

Tanpa menyebut siapa calon yang dimaksud, Ketua Majelis Kehormatan DPP PAN Amien mengatakan, masyarakat sebenarnya telah kehilangan harapan terhadap calon tersebut.

“Kita sedang menghadapi political Goliath, yang di belakangnya ada media Goliath, ada networking international Goliath,” ujar Amien saat menghadiri HUT ke-18 PAN di Kantor DPP PAN, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Goliath yang dimaksud Amien merupakan kisah perlawanan “David vs Goliath”.

Goliath atau Jalut merupakan raksasa dengan tinggi sekitar tiga meter. Raksasa itu terkenal sombong.

Namun, lantaran keangkuhannya, raksasa itu akhirnya tumbang setelah mendapat serangan ketapel dari David.

Pada Pilkada DKI, Amien melihat ada kekuatan besar yang tidak jauh berbeda dengan Goliath tersebut.

Dengan kepongahan yang ada, kekuatan Goliath itu seakan menantang aparat penegak hukum.

“Si sombong itu mengatakan BPK ngaco, KPK gendeng. Ini sudah berlebihan,” ujar dia.

Amien lantas mengibaratkan masyarakat kecil yang tinggal di DKI ibarat David.

Menurut dia, meski ada kekuatan besar yang tengah menguasai DKI, pada akhirnya kekuatan itu dapat dijatuhkan dengan kerja sama yang ada.

“Kita perlu bergabung, from buruh, from NGO, from ulama, from polisi, from student. Kalau ini digalang, si pekok ini bisa dikalahkan. Poinnya keadilan. Ini yang harus menjadi pandangan kita semua,” ujar dia. (*)

Penulis: Robertus Rimawan

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved