Ini Lima Kisah Kurban yang Paling Mengharukan, Ada Pemulung dan Tukang Becak
semangat berbagi rezeki dalam ibadah kurban tidak hanya dilakukan oleh mereka yang berpenghasilan lebih saja.
Mak Yati resmi menerimanya pada 18 Februari 2013. Selain rumah, Mak Yati juga diberi uang makan selama 3 bulan pertama sebesar Rp 2,8 juta dan modal usaha. Ia lalu bertani di kampungnya.
2. Bambang, Tukang Becak Menabung Lima Tahun Untuk Berkurban Sapi
Kondisi serupa juga dialami oleh Bambang. Tukang becak asal asal Pasuruan, Jawa Timur ini juga berhasil berkurban meski dalam keterbatasan.
Setelah menabung selama lima tahun, Bambang yang sehari-hari berpenghasilan Rp.20 sampai Rp.50 per hari bisa membeli seekor sapi seharga Rp. 13 Juta untuk berkurban pada Idul Adha tahun 2013 lalu.
Setiap hari Bambang mulai menarik becak dari jam 06.00 pagi sampai pukul 12.00 siang. Hasil menarik becak itu dia tabung sebagian.
Uang-uang itu disimpan di kotak penyimpanan yang berada di bawah jok becak miliknya. Selain hasil menarik becak, uang untuk membeli sapi kurban itu juga datang dari sang istri, Mahmuda (46), yang bekerja sebagai tukang pijat.
3. Iwan Lutfi, Pemulung
Kisah selanjutnya datang dari Iwan Lutfi yang merupakan seorang pemulung. Ia dan istrinya merasa geregetan karena selama ini hanya jadi penerima daging qurban saat Idul Adha.
Namun mereka hanya berani mengadukan kegemasannya kepada Allah SWT dalam sujud-sujud tahajud.
Pada lebaran haji 2012 lalu, sang istri yang tengah menonton sinetron haji tiba-tiba nyeletuk bertanya kapan bisa naik haji dan bisa berkurban.
Namun pertanyaan ini tidak kuasa dijawab Iwan yang hanya menerima uang pas-pasan untuk makan sehari-hari.
Malam itu, istri Iwan tahajud pengin berqurban. Ternyata tanpa disangka-sangka, malamnya ada dermawan mendatangi gubug mereka di dekat Pasar Kembang Rawa Belong, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Orang tak dikenal itu membelikan kambing qurban ukuran besar buat Iwan.
Ia berpikir bahwa kambing qurban itu untuk disembelih di sini atas nama orang dermawan tersebut. Ternyata Ia dibelikan kambing untuk berqurban.
Hingga saat ini Iwan penasaran dengan dermawan misterius yang memberinya kambing. Ia sama sekali tidak mengetahui namanya.
“Sama sekali tidak tahu namanya. Ketika saya tanya untuk keperluan mengirim doa, katanya pahala dan doa nggak bakal salah alamat,” ungkap Iwan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/sapi_20160906_153537.jpg)