Minggu, 3 Mei 2026

Bawa Kartu BPJS Kesehatan Tak Membuat Achmad Resah Berobat ke Rumah Sakit

Menjelang sinar matahari melewati celah jendela, Achmad (77) dan istrinya, Syudariah (71) bersiap-siap berangkat ke rumah sakit.

Tayang:
Penulis: Alza Munzi | Editor: edwardi
Bangka Pos/Alza Munzi
Bayu Pranata menunjukkan kartu BPJS Kesehatan saat ditemui di rumahnya pekan lalu. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Alza Munzi

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menjelang sinar matahari melewati celah jendela, Achmad (77) dan istrinya, Syudariah (71) sudah bersiap-siap berangkat ke rumah sakit.

Sarapan dan mematut diri di depan cermin, biasa dilakukan pasangan suami istri ini sebelum menjalani kontrol kesehatan rutin di RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang.

Tak lupa, Achmad memeriksa kartu BPJS Kesehatan yang menjadi andalan mereka bertahun-tahun ini‎, sudah tersimpan di dalam tas.

Sejak belasan tahun lalu, seiring bertambahnya usia, kualitas kesehatan warga Ampui, Kota Pangkalpinang itu agak menurun. Beruntung, ada jaminan Askes (BPJS Kesehatan) bagi pensiunan PNS, yang membuat mereka tak begitu resah.

Achmad mengalami keluhan pada jantung dan gangguan lambung. Sedangkan Syudariah sejak lama menderita tekanan darah tinggi dan kesulitan tidur.

Syukurnya, berbekal resep obat dari dokter spesialis penyakit dalam dan mengatur pola makan, kesehatan keduanya tetap terjaga meski tak sesegar saat masih muda.

"Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, berat juga karena kami tidak tahu apa yang bakal terjadi. Perawatan di rumah sakit dan obat- obatan butuh biaya tidak sedikit. Biasanya kami ke rumah sakit, kalau obat sudah habis. Tapi kalau darurat, ya mau tidak mau dibawa ke rumah sakit dan rawat inap," ungkap Achmad kepada bangkapos.com, Rabu (14/9/2016).

Sementara Sari (28), warga Jalan RE Martadinata, Kota Pangkalpinang, sangat bersyukur terdaftar sebagai peserta mandiri BPJS Kesehatan.

Pasalnya, saat melahirkan dua putranya, Sari harus menjalani operasi caesar. Dia tidak bisa membayangkan kesulitan membayar biaya operasi, jika tidak ada kartu BPJS Kesehatan.

"Saya pernah dengar teman operasi caesar pakai biaya pribadi, paling sedikit butuh uang Rp 7 juta. Belum lagi biaya obat-obatan lainnya. Anak saya yang bungsu ini sudah tiga bulan usianya, Alhamdulillah baik-baik saja," kata Sari.

Menurutnya, saat di rumah sakit tidak ada perbedaan antara pasien BPJS Kesehatan dengan yang lainnya. Dia ditangani oleh dokter yang sama dan semuanya berjalan baik-baik saja.

"Hanya saja persyaratan harus dipenuhi, ikuti prosedur. Kalau ada yang tidak jelas, kami langsung nanya," tambahnya.

Pengalaman lain diungkapkan Ayu (39) warga Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah. Dia mengaku bersyukur, suaminya, Andri (39) masih diberi kesembuhan dan kesehatan oleh Allah.

Pada Juni 2015, adalah pengalaman yang menakutkan bagi Ayu, saat melihat suaminya tiba-tiba terkena serangan stroke. Dunia terasa gelap, seakan-akan tidak ada lagi harapan.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved