Kamis, 16 April 2026

Grandfinal Puteri Indonesia Babel 2016

Cut Nadia Dwi Ramadhani: Nggak Feeling Bakal Menang Puteri Indonesia Babel 2016

Wanita yang kerap disapa Nadia itu tak menyangka dirinya dapat mengenakan mahkota Putri Indonesia Babel 2016

Editor: Hendra

Malam Grand Final yang dihadiri juga Putri Indonesia Babel 2015 Cinderi Maura Restu dan Putri Indonesia Pariwisata Indonesia 2015 Intan Aletrino. Sekda Babel, Yan Megawandi, kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Babel, Rivai, kepala dinas Pariwisata Pangkalpinang, Akhmad Elvian, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Babel.

Kelima dewan juri yang menilai dalam ajang Pemilihan Putri Indonesia dari berbagai bidang satu diantaranya ialah psikolog yakni Medy Harto, perwakilan Yayasan Puteri Indonesia Wisnu Wardana, Boma Karista, dan dari Dinas Pariwisata Babel yakni Nurhayati dan Widya.

Ratusan pendukung masing-masing finalis juga turut memadati Ballrom Hotel Santika untuk memberikan dukungan pada masing-masing finalis. Antusiasme dukungan diwujudkan dengan riuhan tepuk tangan dan dukungan dari para penonton.

Ketua Pelaksana Kegiatan Pemilihan Putri Indonesia 2016 mengatakan kesembilan finalis sudah menjalani karantina sejak Rabu (28/9) dan dibekali dengan berbagai wawasan yang berhubungan dengan brain, beuaty dan behaviour.

"Mereka dinilai sejak masa karantina dan masa karantina diisi dengan kunjungan, pembekalan wawasan, attitude, psikologi, dan pelatihan kecantikan," kata Eka Gunawan.

Perwakilan Yayasan Putri Indonesia Pusat, Wisnu Wardana memuji kecantikan asli Puteri-puteri dari Babel. Ia berharap Putera-puteri yang belum terpilih dapat mencoba peruntungannya kembali tahun depan pada ajang yang sama pasalnya pihaknya memilih Puteri-puteri terbaik untuk dikirimkan ke ajang nasional maupun internasional.

"19 ini semuanya cantik-cantik dan saya perhatikan kulitnya itu putih-putih. Kami menjaring putera-puteri terbaik untuk bisa kita bawa ke Jakarta dan akan kami bekali dan gembleng sehingga nanti bisa menjadi yang terbaik untuk mewakili Indonesia di ajang internasional," katanya dalam sambutan Grand Final PPI Babel 2016.

Wisnu yang sudah menilai para finalis pada masa karantina menilai banyak potensi yang bisa dikembangan dari para finalis. Namun pihaknya tetap menggutamakan standar yang telah ditetapkan yayasan Putri Indonesia pusat.

"Untuk standar Putri Indonesia usianya minimal 18 tahun ini untuk kesiapan mental dan psikologis jika memang terpilih, dan untuk tinggi badan itu kami mensyaratkan minimal 170 keatas karena biar kita bisa sejajar dengan orang luar, Selain itu pengetahuan yang luas, kesehatan kulit dan rambut juga jadi poin penting," ujarnya.

Sementara itu Serketaris Daerah Provinsi Babel, Yan Mewgandi dalam sambutannya mengapresiasi yayasan Putri Indonesia Babel yang telah menjaring Putera-puteri terbaik untuk mewakili Babel dalam ajang pemilihan Puteri Indonesia ditingkat Nasional.

Ia berharap semua stake holder dapat berperan dalam mengembangkan objek wisata Babel yang dinilai dapat menggerakkan perekonomian Babel.

"Selain memiliki mimpi yang kuat untuk mengembangkan destinasi wisata kita juga harus bersinergi dengan semua stake holder salah satunya adalah dengan kegiatan yang seperti ini, karena pemerintah juga memiliki keterbatasan sumber daya manusia sehingga diperlukan seluruh komponen untuk saling bersinergi mempromosikan pariwisata," katanya.

Yan berharap Putera-puteri yang terpilihnya dapat menjadi duta untuk mempromosikan dan memperkenalkan pariwisata Babel di kancah Nasional maupun internasional.

"Ajang ini untuk menempa diri dan mengembangkan diri tak hanya beuty tapi juga brain dan behaviour," pesannya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved