Inilah 5 Fakta Unik Rumah Makan Padang, Dari Rendang Hingga Kakek Berkopiah
Sebagai penggemar nasi padang, tahukah Anda 5 fakta unik di balik rumah makan padang?
BANGKAPOS.COM--Orang Indonesia begitu menggemari nasi padang. Bagaimana tidak, rumah makan padang ada di mana-mana.
Hidangan di setiap rumah makan padang tak jauh berbeda. Namun, semuanya begitu digemari orang Indonesia.
Bahkan, baru-baru ini bule asal Norwegia yang jatuh cinta pada masakan khas Minang tersebut pun sampai membuat lagu "Nasi Padang".
Lagu itu ia unggah di Youtube dan menjadi viral.
Sebagai penggemar nasi padang, tahukah Anda 5 fakta unik di balik rumah makan padang?
Porsi nasi padang kalau dibungkus lebih banyak
Jika membeli nasi padang, bisa dipastikan porsitake away akan lebih banyak dibanding makan di tempat. Ternyata ada alasan di balik hal tersebut.
Jangan heran jika Anda membawa pulang sebungkus nasi padang dan menemukan porsi yang super besar untuk dimakan. Hal ini merupakan kebiasaan warga Minang dan dilakukan oleh seluruh restoran Padang di Nusantara.
"Kalau dibungkus, nasinya pasti lebih banyak. Memang begitu kebiasaannya, di semua restoran," tutur Reno Andam Suri, ahli kuliner Minang sekaligus penulis buku 'Rendang Traveler: Menyingkap Bertuahnya Rendang Minang' kepada KompasTravel, Rabu (25/5/2016).
Menurut Uni Reno, hal ini didasari beberapa alasan. Pertama, semua orang Minang menyadari bahwa mereka yang nasinya dibawa pulang tidak akan makan sendirian.
"Kalau dibawa ke rumah, pasti untuk lebih dari satu orang," tuturnya.
Kedua, di setiap tempat, nasi bungkusan punya patokan tersendiri. Di Jakarta misalnya, ada patokan berapa centong nasi (centong ini terbuat dari batok kelapa) untuk pengunjung yang pesan take away.
"Entah kenapa, memang sudah ada patokan banyaknya nasi untuk dibungkus. Besarnya akan lebih bagus jika nasinya sekian centong. Jadi memikirkan estetikanya juga," papar Uni Reno.
Oleh karena itu, mereka yang nasinya dibawa pulang pasti akan mendapat beberapa 'bonus'. Jika pesannya nasi dan ayam, akan mendapatkan 'bonus' seperti kuah kari, sayur nangka, daun singkong rebus, sambal hijau.
"Kalau nasinya banyak dan lauknya cuma satu, sepertinya ada yang kurang. Orang Padang paham betul itu," tambah wanita yang kini berbisnis Rendang Uni Farah itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/rumah-makan-padang_20160729_074652.jpg)