10 Pejabat Strategis Bulog Terlibat Kasus Penyimpangan Beras

Penyimpangan yang dilakukan oleh para pejabat Bulog beragam mulai memalsukan hasil timbangan beras hingga sengaja mengubah harga beli.

10 Pejabat Strategis Bulog Terlibat Kasus Penyimpangan Beras
Bangkapos.com/Dok
Ilustrasi: Beras raskin yang sudah tidak layak makan, ditemukan oleh perangkat Desa Sadai di gudang Pasar Sadai, Kecamatan Tukak Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, beberapa waktu lalu. 

Pihaknya tidak segan-segan akan menurunkan jabatan seorang kepala divisi regional setelah melalui rapat dewan direksi apabila terbukti melakukan penyimpangan.

"Kalau beras itu harus diolah ya diolah, kalau butuh diproses ya diproses dulu," ungkapnya.

Menurut Wahyu, tindak penyimpangan paling rawan terjadi di gudang penyimpanan beras.

Ia bahkan menemukan kasus baru, seorang oknum pengelola menerima keuntungan dari penjualan beras yang bukan haknya.

"Mestinya dia jaga beras tapi malah berasnya ditilep. Sekarang orangnya sidang di pengadilan dan untuk sementara kami istirahatkan dulu. Kalau dari tim sudah menentukan bahwa orang itu tidak benar, kita tidak main-main lagi, langsung berhentikan," katanya.

Kasus korupsi lain juga melanda tubuh Bulog, seperti yang terjadi di ibu kota Jakarta.

Kepala Perum Bulog Regional Jakarta-Banten Agus Dwi Indiarto ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus beras impor oplosan.

Dia diduga mengoplos beras bersubsidi dan nonsubsidi antara beras impor dari Thailand dengan beras lokal Demak lalu dijual pelaku ke pasaran sebagai beras premium.

Pejabat tersebut ditangkap polisi bersama empat pelaku lainnya yang terlibat sebagai perusahaan penyalur.

Di sisi lain, Wahyu juga meminta, semua pejabat Bulog di seluruh Indonesia untuk memperhatikan kualitas beras yang dibeli dari petani.

Standar yang digariskan yaitu dengan kadar air 14 persen dan derajat sosok 100 persen.

Dengan kualitas ini, maka beras dapat bertahan meski disimpan 6 bulan lamanya di dalam gudang.

"Pencegahan korupsi dilakukan dengan cara-cara seperti itu. Supaya tidak terjadi, makanya saya minta ikuti SOP dengan integritas yang baik," tandasnya.

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved