Senin, 1 Juni 2026

Kenali Cacar Air, Gejala, Risiko dan Pengobatannya

Cacar air yang disebabkan oleh virus varisela zoster ini dapat menular dengan sangat mudah dan cepat.

Tayang:
Editor: fitriadi
Alodokter.com
Ilustrasi 

Cacar air termasuk penyakit ringan yang jarang menyebabkan komplikasi, khususnya pada anak-anak yang biasanya sehat.

Berbeda dengan anak-anak, pengidap cacar air dewasa umumnya mengalami gejala yang lebih parah dan membutuhkan penanganan di rumah sakit.

Terdapat sejumlah komplikasi pada cacar air yang mungkin terjadi, khususnya pada mereka yang berisiko tinggi. Beberapa komplikasi tersebut meliputi:

1. Infeksi bakteri yang menyerang bintil dengan indikasi berupa kulit di sekitar bintil yang memerah dan perih

2. Pneumonia, terutama pada pengidap cacar air dewasa yang merokok

3. Dehidrasi

4. Radang otak atau ensefalitis

5. Meningitis

Ibu hamil yang terkena cacar air juga lebih berisiko mengalami komplikasi. Apabila mengidap cacar air pada 7 bulan pertama kehamilan, bayi dalam kandungan berisiko mengalami sindrom varisela kongenital.

Sindrom ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada bayi, seperti katarak, luka pada kulit, atau kerusakan pada otak, serta tangan atau kaki yang pendek. 

Penularan cacar air ke bayi juga bisa terjadi ketika sang ibu terinfeksi satu minggu sebelum atau sesudah melahirkan. Jika ini terjadi, bayi yang baru lahir akan berisiko terkena cacar air yang lebih parah.

Risiko Cacar Api (Shingles)

Virus varisela zoster dapat menetap dalam sel-sel saraf tubuh bahkan setelah gejala-gejala cacar air sembuh.

Di kemudian hari, virus ini memiliki kemungkinan untuk muncul kembali dan menyebabkan cacar api, khususnya pada orang dewasa dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun.

Pencegahan Cacar Air

Pencegahan cacar air juga dapat dilakukan melalui vaksinasi. Pemberian vaksin cacar air biasa dianjurkan untuk melindungi orang-orang yang berisiko tinggi terkena cacar air serius atau berisiko menularkannya pada banyak orang. Misalnya, pekerja medis atau anak yang tinggal serumah dengan orang tua dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Khusus bagi wanita yang berencana memiliki anak, tundalah kehamilan Anda selama setidaknya tiga bulan setelah menerima vaksin cacar air. Vaksin juga tidak dianjurkan bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap kanker.

Di Indonesia sendiri, cacar air tidak termasuk dalam daftar imunisasi wajib untuk anak, tapi tetap dianjurkan. Vaksin ini hanya dapat diberikan pada anak berusia satu tahun atau lebih.

Penularan cacar air juga sangat mudah terjadi dan dapat menyebar dengan cepat. Langkah pencegahan penyebaran pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengisolasi penderita cacar air dari tempat-tempat umum seperti sekolah atau kantor sebelum semua bintil pecah, mengering, lalu menjadi koreng. Masa ini biasanya berlangsung selama satu minggu setelah kemunculan ruam.

Jika Anda tinggal bersama pengidap cacar air, penularannya dapat Anda cegah dengan:

1. Mencuci tangan sesering mungkin, terutama setelah terjadi kontak dengan pengidap.

2. Mengenakan masker.

3. Menggunakan cairan pembasmi kuman untuk menyeka benda atau permukaan yang mungkin terpajan virus.
4. Mencuci baju atau seprai pengidap secara rutin dan terpisah. (alodokter.com)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved