Mahasiswi Disekap Perampok Berbadan Bau
Perampok yang sudah berada di lantai atas melihat N sedang menelepon langsung membekapnya.
Empat perampok itu pun turun, merebut telepon, menutupnya dan membekap mulut N.
"Suami saya dengar itu waktu anak saya teriak. Mereka merebut telepon yang dipegang anak saya," kata Nia.
Pelaku kemudian mengikat tangan dan kaki N.
Mulutnya pun diikat dengan celana panjang milik N.
Dia kemudian disekap di dalam kamar sementara pelaku mengambil barang-barang berharga di rumah itu.
Seorang pelaku pun sempat menodongkan obeng ke leher N.
"Diancam akan dibunuh kalau macam-macam," kata Nia.
Tapi N tak melihat jelas ciri-ciri para pelakunya.
Sebab saat itu dia tak memakai kacamata.
"Anak saya matanya minus," kata Nia.
Baca: Kamerawan Kompas TV Dituding Jadi Provokator Demo Ricuh, Ini Kata Din Syamsuddin
Baca: AJI Desak Usut Tuntas Kekerasan Menimpa Jurnalis Kompas TV
Baca: Ternyata Guru Besar Dimas Kanjeng Ada yang Pengemis dan Pemulung
Satu-satunya yang N tahu, para pria itu bertenaga besar, berbadan besar, dan bau tubuhnya tak enak.
Di rumah itu, pelaku mengobrak-abrik kamar Nia dan suaminya.
Total 500 gram emas seharga Rp 250 Juta digondol pelaku, berikut dua buah laptop dan dua unit bolpen mont blanc seharga Rp 13 juta per buah.
Pelaku masuk ke dalam rumah dengan cara merusak pagar rumah dan mencongkel pintu depan.
Rumah itu memiliki sedikit halaman rumput dengan pohon mangga besar di depannya.
Pohoh mangga itu menghalangi pandang dari jalan ke dalam rumah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/disekap_20161107_055023.jpg)