Sicest 2016 Ratusan Dosen Berlomba Tembus Jurnal Terindeks Scopus
Para dosen dan peneliti ini berlomba agar jurnal/artikel mereka mampu menembus jurnal internasional terindeks Scopus.
Penulis: khamelia | Editor: Hendra
Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA --Sebanyak 200 peserta dari perguruan tinggi se Indonesia dan luar negeri menghadiri Sriwijaya Internasional Conference on Engineering, Science & Techlogy (SICEST) 2016 yang berlangsung di Hotel Santika Bangka 9-10 November 2016.
Para dosen dan peneliti ini berlomba agar jurnal/artikel mereka mampu menembus jurnal internasional terindeks Scopus.
Event SICEST 2016 diselenggarakan oleh Fakultas Teknik UNSRI yang didukung penuh oleh Rektor UNSRI, Prof.Dr.Ir. Anis Saggaaff, MSCE.
Ketua panitia yang juga Dekan Fakultas Teknik UNSRI, Prof.Ir. Subriyer Nasir, MS,PhD, mengatakan, penyelenggaraan SICES merupakan sarana agar terakomodir forum untuk menampung hasil-hasil penelitian dosen, peneliti dan mahasiswa pada forum ilmiah tingkat internasional.
"Konferensi ini diharapkan mampu menghasilkan publikasi internasional pada jurnal atau prosiding ber indeks SCOPUS," ujar Subriyer kepada bangkapos.com, Rabu (9/11).
SCOPUS merupakan pusat data internasional yang mencakup puluhan juta literatur ilmiah terdiri dari jurnal internasional, buku, makalah konferensi dan paten.
Scopus merupakan database yang terbesar di dunia saat ini karena sumbernya dari publisher di seluruh dunia.
"Event ini sangat diminati peneliti dan dosen karena publikasi pada jurnal atau buku terindeks Scopus menunjukkan bahwa artikel mereka memenuhi kualitas yang distandarkan secara internasional," jelasnya.
Subriyer menuturkan belakangan ini peringkat perguruan tinggi secara internasional ditentukan berdasarkan metode perangkingan dengan melihat profil perguruan tinggi dan reputasinya dalam publikasi ilmiah, serta banyaknya karya ilmiaj yang di sitasi dari publikasi ilmiah resminya.
"Untuk itulah mengapa forum internasional ini yang dapat menghasilkan publikasi internasional menjadi sangat penting diselenggarakan," ungkapnya.
Ia mengatakan, menjadi World Class University (WCU) merupakan fokus dan target utama bagi pimpinan Universitas Sriwijaya saat ini untuk dapat diwujudkan dalam beberapa tahun ke depan.
"Untuk menggapai world class university, akreditasi internasional merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi," ujarnya.
Ia menyampaikan sebagai salah satu kriteria persyaratan menjadi WCU adalah tercapainya kualitas peneliti, dosen dan mahasiswa.
Kualitas penelitian yang ada di perguruan tinggi kata dia tidak hanya diukur melalui ketersediaan anggaran dan produktivitas kegiatan penelitian, namun juga melalui publikasi hasil penelitian pada jurnal internasional bereputasi, serta meningkatnya kutipan yang digunakan oleh akademisi lain dari publikasi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/peserta-sicest-2016_20161109_183145.jpg)