Rabu, 6 Mei 2026

Trump Menangi Pilpres Amerika Dunia Panik Harga Emas Melonjak Rupiah dan Bursa Anjlok

Sebelumnya, tidak ada pengamat politik maupun lembaga survei yang memprediksi kemenangan spektakuler biliuner kontroversial itu.

Tayang:
AFP/Josh Edelson
Kandidat Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump 

BANGKAPOS.com - Dunia dibuat terkejut. Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat.

Sebelumnya, tidak ada pengamat politik maupun lembaga survei yang memprediksi kemenangan spektakuler biliuner kontroversial itu.

Calon Presiden Partai Republik itu telah mengalahkan lawannya dari Partai Demokrat, Mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

Kemenangan Trump dipastikan Rabu (9/11/2016), pukul 03.00 dini hari waktu bagian timur AS.

Baca: Kepribadian Trump, Tak Minum Alkohol tapi Produksi Vodka serta Peraih Bintang Film Terburuk

Baca: Begini Reaksi Artis Pendukung Fanatik Hillary Clinton setelah Trump Jadi Presiden Amerika

Baca: Ini Pidato Kemenangan Trump setelah Menangi Pilpres Amerika

Baca: Amerika Galau setelah Trump Unggul Sementara Atas Hillary Clinton

Sejumlah lembaga survei memproyeksikan kemenangan Trump di negara bagian Wisconsin yang memberikan 270 electoral votes yang diperlukan Trump untuk menjadi penghuni baru Gedung Putih.

Harga emas dunia melompat hampir 5% pada transaksi Rabu (9/11/2016).

Mengutip data CNBC, pada pukul 11.35 waktu Singapura, harga emas di pasar spot diperdagangkan di level US$ 1.337,40 per troy ounce. Ini merupakan posisi tertinggi sejak 30 September lalu.

Per pukul 12.16 waktu Singapura, harga emas di pasar spot naik 4,5% menjadi US$ 1.333,56 per troy ounce.

Sementara, harga kontrak emas untuk pengantaran Desember naik 3,3% menjadi US$ 1.317,30 per troy ounce. Sebelumnya, harga kontrak yang sama sempat bertengger di level US$ 1.324,30 per troy ounce.

Baca: Jokowi Geram Ada Pihak yang Hembuskan Rumor Pergantian Panglima TNI Jenderal Gatot

Baca: Panglima TNI Disebut Cocok Jadi Presiden Begini Jawaban Mengejutkan Jenderal Gatot

Harga emas mencatatkan lompatan tertinggi dalam lima pekan terakhir setelah investor ramai-ramai memburu safe haven yang dipicu oleh ketatnya hasil perhitungan suara dalam pemilihan presiden AS.

Harga minyak mentah di pasar berjangka bergejolak begitu penghitungan suara menunjukkan keunggulan Trump yang kian memperlebar jalannya ke Gedung Putih.

Harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) terpuruk ke level US$ 43,07 per barel, turun lebih dari 4% dibanding harga penutupan kemarin. Dus ini lah harga terendah minyak mentah WTI sejak September 2016.

Sementara harga minyak mentah berjangka internasional Brent turun 2,43% menjadi US$ 44,92 per barel.

"Ini adalah deja vu saat Brexit, sangat mengkhawatirkan," kata Bob Takai, Presiden Sumitomo Corp Global Research di Tokyo. Dia mengacu pada peristiwa Brexit di mana mayoritas warga Inggris ternyata memilih meninggalkan Uni Eropa dalam referendum Juni lalu, yang menyebabkan gejolak pasar.

Senada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah melemah cukup dalam.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved