Melongok Empat Kisah Menarik Pesanggrahan Menumbing, Ular Misterius hingga Keberadaan Bunker
Ular sepanjang kurang dari satu meter selebar ibu jari kaki orang dewasa itu disebut-sebut bercorak hijau, hitam, dan kuning
BANGKAPOS.COM--Pulau Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah kemerdekaan Indonesia.
Selain kisah perjuangan masyarakat Bangka melawan penjajahan Belanda ada juga kisah tokoh-tokoh besar bangsa yang diasingkan penjajah Belanda di pulau Timah ini.
Baca: Bejat, Hanya Demi Sebuah Ponsel Balita Malang ini Dipenggal Kepala dan Kakinya untuk Tumbal
Setelah Agresi Militer Belanda tahun 1949 menyerang Ibu Kota Republik Indonesia, pada waktu itu berada di Yogyakarta, Soekarno, Hatta, serta para tokoh lainnya ditawan Belanda dan diterbangkan ke Muntok dengan alasan supaya terisolir dari pergaulan dunia internasional.
Baca: Dianggap Mirip sang Kekasih, Pria ini Nikahi Seekor King Kobra, Ini yang Dilakukan saat Bersama
Hampir semua pemimpin Indonesia ditawan oleh Belanda.
Mereka lalu diasingkan di Muntok kabupaten Bangka Barat, tepatnya di Pesanggrahan Menumbing.

Pesanggrahan Menumbing di Muntok Kabupaten Bangka Barat
Berada di puncak Gunung Menumbing berketinggian 445 meter di atas permukaan laut (dpl), keberadaan Pesanggrahan Menumbing sangat terpencil.
Dari sana, terlihat jelas laut lepas ke arah Selat Bangka.
Bangunan kokoh bercat putih, tampak asri dengan pepohonan di sekelilingnya.
Masuk ke dalam ruangan pesanggrahan, terdapat ruang tamu yang dulunya pada masa kolonial Belanda digunakan sebagai tempat berkumpul masyarakat lokal mengadakan syukuran peresmian gedung tersebut, sekitar tahun 1930.
Tepat di sebelah kanan, jejeran meja dan kursi berbahan kayu seperti tempat rapat masih tersusun rapi dan terawat.
Dari tempat ini, terlihat jelas sebuah mobil sedan kuno keluaran Ford De Luxe 8 berplat BN 10.
Mobil berwarna hitam yang mesinnya hilang entah kemana itu, dipajang tepat di depan sebuah kamar yang pernah ditempati oleh sang Proklamator RI Soekarno - Hatta.
Ruangan tempat Soekarno dan Hatta pernah tinggal itu, terbagi dua bagian. Pertama dari pintu kamar, terdapat ruangan berukuran sekitar 4x5 meter.
Di dinding tembok putih menghadap ke pintu kamar, sebuah meja dan kursi yang semakin usang termakan usia.
Di meja inilah, Soekarno sering melakukan aktivitas menulis dan membaca. Di sebelah kiri ruangan pertama, ada pintu yang menghubungkan kamar Soekarno.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ular-di-pesanggrahan-menumbing_20150819_132707.jpg)