Kamis, 28 Mei 2026

Pulau Bangka Surganya Para Angler Memancing Toman‎

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merupakan surganya bagi para pemancing.

Tayang:
Penulis: Evan Saputra | Editor: edwardi
IST
Tamili menunjukan ikan toman hasil pancingan di Belilik, Bangka Tengah 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Evan Saputra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merupakan surganya bagi para pemancing.

Banyak para pemancing di diberbagai daerah di Indonesia yang menjadikan negeri laskar pelangi ini sebagai reverensi untuk merasakan sensasi tarikan ikan.

Provinsi Babel khususnya di pulau Bangka ternyata tak hanya kaya akan habitat dilaut yang menjadi buruan para pemancing. Namun air tawar pun menjadi tujuan para angler-agler dari berbagai daerah.

Beberapa stasiun televisi swasta di Indonesia sering kali menayangkan siaran memancing khsusunya di air tawar. Buruan mereka iyalah keluarga snakehead, toman, gabus dan serandang atau biasa disebut masyarakat lokal dengan nama Kiung (Kihung).

Di Babel ikan-ikan tersebut banyak ditemui dialiran sungai dan bekas galian timah. Ikan-ikan tersebut berkembang sangat cepat dan mudah ditemui.

Seorang angler (subutan untuk para pemancing), Tamili mengaku sangat gemar memancing ikan-ikan air tawar. Karena memancing keluarga sankehead ini menggunakan teknis casting.

Teknik ini berbeda dengan gaya memancing pada umumnya, karena teknik casting merupakan salah satu teknik memancing dengan cara melempar dan menarik kembali, dimulai dengan melempar lure (umpan untuk menarik pedator untuk menyambar), dan retrieving atau menggulungnya dengan reel sambil memainkannya sesuai dengan tipe lure yang digunakan.

"Teknik casting memang membutuhkan tenaga lebih karena kita harus terus melempar hingga lure yang kita lempar disambar oleh sang predator air tawar," ujarnya.

Pria yang akrab disapa Sitam ini memiliki banyak lure, mulai dari berbahan karet (Softlure), plastik, kayu dan fiber. Lure ini katanya digunakan ada tempat-tempat tertentu.

"Kalau saya biasanya pakai top water, ada froggy yang soft dan ada juga yang hard, banyak jenisnya. Pamakaian lure tergantung tempat dan jam," kata Sitam.

Predator-predator air tawar ini kata Sitam memiliki jam makan yang berbeda-beda. Namun pada umumnya jam makan ikan-ikan tersebut pda pagi dan sore hari.

"Para angler biasanya sudah tahu jam makan predator air tawar ini. Biasaya predator ini makannya saat matahari mau terbit, dan matahari mulai tenggelam, itu waktu yang tepat," imbuhnya.

Untuk masalah tempat memancing, Sitam mengatakan sangat banyak di pulau Bangka. Tiap wilayah di daerah ini banyak menyimpan spot-spot yang bagus.

Sitam mengatakan ada beberapa tempat mancing predator yang biasa ia kunjungi. Tempat tersebut terletak di Kabupaten Bangka dan Bateng tepatnya di Paya Benua dan Bemban, sungai nyirih dan desa Z.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved