Kereta Api Secepat Peluru Bisa Dibangun di Babel
Ibarat kata, kalau Bangka Belitung mau kereta api cepat Shinkansen (kereta api secepat ‘peluru’ Jepang), kita pun bisa bangun di Babel
Mengenai bidang atau sektor yang bisa dikerjasamakan dengan pemerintah daerah di Babel, Agus menjelaskan industriawan Jepang menggeluti banyak bidang, mulai dari pembangkit listrik, sistem manajemen hotel, industri maritim, wisata bahari, kelautan, hingga infrastruktur seperti pelabuhan laut dan bandar udara (lapangan terbang).
“Ibarat kata, kalau ingin kereta api cepat Shinkansen pun bisa mampu hadirkan ke daerah ini,” ujar Agus Hartoko yang baru sepekan ke Jepang untuk menjalin kerjasama dengan dua universitas di Negara Matahari Terbit itu.
Di Jawa Tengah, investasi Jepang, terutama Sumitomo Group, dibenamkan di PLTU Batang, PLTU Jati- Jepara, dan Cilacap. Prof Agus pun pernah dilibatkan oleh industriawan Jepang untuk mengembangkan pelabuhan ikan tuna dan pabrik pengolahan udang ekspor di Cilacap.
“Saya juga dilibatkan membantu masyarakat pesisir di Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas garam rakyat menggunakan teknologi geomembran,” ujar mantan Direktur Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang, ini.
Teknologi geomebran membuat garam produksi rakyat kian bersih, berkristal bagus dan berkualitas tinggi.
Garam yang dihasilkan dari teknologi geomembran dijual dengan harga cukup tinggi kepada industri pengolahan kacang dan garmen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/prof-dr-ir-agus-hartoko-msc_20161204_170220.jpg)