Jumat, 5 Juni 2026

Inilah Briptu Christeel Racheltania, Polwan Brimob Master CRT Didikan Pasukan Khusus AS

Master CRT adalah standar kemampuan tertinggi untuk seorang operator. Tingkatannya kurang lebih terdiri dari Operator CRT, Advance CRT

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
Suharso Rahman
Briptu Christeel awalnya merasa canggung melatih para Polki, namun ia berhasil membuktikan bahwa ia pantas menjadi panutan. 

BANGKAPOS.COM--Isu gender ternyata tidak hanya diaplikasikan oleh Resimen Ranger 75 Angkatan Darat Amerika Serikat dengan mendidik dua perwira di sekolah Ranger.

Korps Brimob pun melakukannya, dan hebatnya pada level strategis dengan mengirimkan tiga Polisi Wanita (Polwan) Brimob mengikuti pendidikan antiteror dalam program DS-ATA di Amerika Serikat. Ceritanya begini.

Akhir tahun 2013, dibuka pendidikan CRT (Crisis Response Team) di Virginia, AS yang rutin diikuti personel Brimob sejak awal tahun 2000.

Sejak awal latihan ini hanya diikuti oleh personel Brimob laki-laki. Sehingga waktu itu oleh Danmen 1 Gegana Kombes Imam Widodo, diusulkan apakah bisa dalam pendidikan kali itu Brimob mengirimkan juga Polwan.

Alasannya sangat taktis, karena dalam beberapa kasus terakhir ditemukan tersangka teroris juga ada perempuan.

Ide diterima dan seleksi pun berjalan. Delapan Polwan mengikuti seleksi ketat baik psikotes maupun kemampuan individu.

Mereka pun diboyong ke pusat latihan antiteror Polri di Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat guna mengetahui kemampuan gun handling dan mengenal peralatan unit antiteror. Bagi sebagian dari mereka, itulah kali pertama merasakan latihan di shooting house.

Setelah melalui rangkaian seleksi bersama anggota Polki (polisi laki-laki), akhirnya terpilihlah tiga Polwan Brimob. Mereka adalah Brigadir Martha A. Nainggolan, Briptu Pularwati, dan Briptu Christeel Racheltania Philip.

“Kami bertiga ikut rombongan Polki dari Gegana untuk ikut CRT dasar di fasilitas milik kontraktor O’Gara Group yang berada di Montross, Virginia. Total dari Indonesia 24 orang dengan rincian delapan dari Resimen 1 yaitu lima Polki dan tiga Polwan dan sisanya Gegana dari Polda Bali dan NTB,” ujar Briptu Christeel Racheltania Philip.

Akhir 2014, rombongan berangkat ke Amerika untuk mengikuti pelatihan CRT selama 1,5 bulan.

Briptu Christeel mengawali kariernya di kepolisian setelah menyelesaikan pendidikan Polwan tahun 2009.

Ia yang merupakan utusan dari Polda Kepulauan Riau, langsung mendapat penugasan di Korps Brimob. Pendidikan Brimob pun sudah dilaluinya di Pusdik Brimob Watukosek.

Peralihan dari musim dingin ke panas sempat menganggu konsentrasi mereka, meski tak lama. Kedatangan tiga Polwan itu tak pelak mengagetkan para pelatih.

“Kok ada perempuan ya,” begitu kira-kira celetuk mereka. Namun menurut Christeel, kekagetan itu tidak lama. Karena dengan cepat ketiga Polwan ini menunjukkan kemampuannya yang tidak kalah dari Polki, sehingga menimbulkan kekaguman dari para pelatih yang rata-rata mantan pasukan khusus AS.

Memang selama ini tidak ada perempuan yang mengikuti pendidikan CRT. “SWAT wanita yang pernah dilatih di Amerika dari seluruh dunia hanya dari Indonesia. Belum pernah ada sebelumnya,” aku Kompol Agus Waluyo, Kaden C Resimen 1 Gegana Korps Brimob Polri.

Sumber: Angkasa
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved