Inilah Briptu Christeel Racheltania, Polwan Brimob Master CRT Didikan Pasukan Khusus AS
Master CRT adalah standar kemampuan tertinggi untuk seorang operator. Tingkatannya kurang lebih terdiri dari Operator CRT, Advance CRT
Karena kemampuan ketiga Polwan ini menyerap materi dengan baik, akhirnya tim Indonesia dijadikan benchmark oleh para pelatih kepada tim dari negara lain yang kebetulan mengikuti latihan yang sama.
Para pelatih ternyata punya standar tinggi untuk Indonesia, yang selalu diberi rangking terbaik.
“Entah kenapa Indonesia selalu jadi peringkat teratas menurut versi mereka, sehingga kami dijadikan contoh cara berlatih kepada tim lain,” ulas Christeel. Saat itu juga tengah berlatih tim dari Chad, Tunisia, dan Nigeria.
Meski ketiganya perempuan, tidak membuat pelatih mengendorkan kedisiplinan. Mereka diperlakukan tidak beda dengan rekan laki-lakinya. Jika salah, ya dihukum.
Semua dikerjakan sendiri selama latihan dari Senin hingga Jumat. Namun Christeel menilai, hukuman yang diberikan lebih kepada moral.
Misalkan dalam latihan antiteror mereka salah menembak dan mengenai sandera, hukumannya dipersilakan melakukan upacara pemakaman.
Sekitar 70% materi latihan lebih banyak dilaksanakan di lapangan tembak. Untuk menghindari kesalahan dalam menerima petunjuk dari pelatih karena keterbatasan bahasa, disediakan cukup banyak penerjemah.
Sekembalinya ke Indonesia, Christeel yang juga penerjun freefall ini kembali ke Resimen 1 Gegana. Ia pun melaksanakan beberapa penugasan bersama tim Wan Teror yang tidak mau ia sebutkan rinciannya.
Awal 2016 kemarin, DS-ATA kembali membuka program upgrade kemampuan personel Gegana lewat pendidikan Master CRT.
Nama Briptu Christeel terselip sebagai satu-satunya Polwan di antara 11 nama anggota Gegana. Juga ikut utusan dari Densus 88, Resimen 4 Demolat Korps Brimob, dan dari Filipina. Latihan dilaksanakan selama lima bulan di Mega Mendung.
Master CRT adalah standar kemampuan tertinggi untuk seorang operator. Tingkatannya kurang lebih terdiri dari Operator CRT, Advance CRT, dan Master CRT.
Seseorang yang sudah dianggap master dianggap memiliki kemampuan mumpuni dalam memahami semua materi di CRT. Sehingga mereka berhak (certified) untuk melatih para pelatih.
Hal itu Commando saksikan sendiri saat Resimen 1 Gegana melaksanakan latihan penyegaran terhadap semua perwira Resimen. Saat itu Christeel dengan percaya diri, membimbing dan mengarahkan para perwira yang dinilai tidak sesuai prosedur.
Apakah Briptu Christeel percaya diri di antara para mitranya yang semuanya laki-laki?
“Justru saya makin percaya diri karena di samping saya orang hebat semua. Saya kan sudah punya ilmunya, tinggal praktik saja. Saya semakin termotivasi. Lah mereka yakin dengan saya masak saya tidak yakin dengan diri saya sendiri,” tutur Christeel menjelaskan.
Meski demikian, ia mengaku berusaha menutupi dirinya semaksimal mungkin saat melaksanakan penugasan untuk menghindari bidikan kamera dan perhatian masyarakat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/briptu-christeel_20161212_084854.jpg)