Rabu, 15 April 2026

Tak Diduga Ternyata Ini Penyebab Kanker

Meski ada 22 jenis kanker sangat berhubungan dengan faktor mutasi gen, ada sembilan jenis lainnya yang lebih terkait oleh pola hidup.

Editor: fitriadi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Sebagian besar makanan Anda adalah sayur dan buah.

Baca: Rahasia Cantik dan Awet Muda Wanita Jepang, Diintip Yuk

Anda juga berolahraga rutin, tak pernah lupa menggunakan tabir surya, menjauhi rokok dan alkohol.

Baca: Hati-hati Bagi Jomblo di Usia 25, Kamu Akan Diperlakukan Sangat Mengejutkan di Negara Ini

Anda selalu berusaha menjalankan pola hidup sehat, karena Anda tahu itu dapat menjadi penangkal kanker.

Tapi, penelitian yang dilakukan John Hopkins University menemukan, dua pertiga kasus kanker pada orang dewasa dipicu mutasi gen yang menyerang orang secara acak, dan akhirnya menimbulkan tumor.

Baca: Tak Disangka, Remaja Berambut Gondrong Ini Ternyata Juara Hafidz Quran

Dengan kata lain, kasus tumor terbanyak adalah karena faktor ketidakberuntungan.

Baca: Beginilah Kanker Paru Bermula

Penelitian ini dimulai dari keingintahuan peneliti mengapa ada jaringan tubuh, misalnya di usus kecil dan pankreas yang memiliki risiko kanker lebih tinggi dibanding yang lainnya.

Jadi mereka melacak jumlah divisi sel induk yang ada di 31 jenis jaringan, membandingkannya dengan risiko kanker sepanjang hidup di jaringan yang sama.

Kesimpulan yang mereka dapatkan adalah semakin tinggi jumlah pembelahan sel jaringan, semakin tinggi tingkat risiko kanker.

"Studi kami menunjukkan bahwa secara umum, perubahan dalam jumlah pembelahan sel induk di suatu jenis jaringan sangat berkorelasi dengan perubahan dalam kejadian kanker pada jaringan yang sama," kata penyelidik studi Bert Vogelstein, M.D., profesor onkologi Johns Hopkins University School of Medicine.

Baca: Jangan Tunda ke Dokter, Perdarahan Bisa Jadi Gejala Kanker Serviks

Artinya, semakin banyak pembelahan sel yang terjadi, semakin besar terjadi risiko mutasi acak dan semakin ganas perkembangan kanker.

Jadi, apakah ini berarti kita tak perlu menerapkan pola hidup sehat? Tidak demikian.

Meski ada 22 jenis kanker sangat berhubungan dengan faktor mutasi gen, ada sembilan jenis lainnya yang lebih terkait oleh pola hidup.

Sembilan jenis kanker itu di antaranya adalah, kanker kulit, leher, kepala, kolon dan rektum (usus besar dan anus), dan kanker paru-paru.

Baca: Digerogoti Kanker, Julia Perez Kini Jalannya Membungkuk

Kesembilan jenis kanker tersebut, selain berkaitan erat dengan pola hidup, juga ada hubungannya dengan faktor keturunan.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin sangat diperlukan untuk dapat mendeteksi keberadaan kanker sejak dini, sebelum berkembang membahayakan nyawa.

Hal lainnya yang perlu dipahami adalah, kalimat mutasi gen secara acak bukan berarti benar-benar secara acak.

Sebaliknya, kanker mungkin timbul sebagai akibat dari faktor gaya hidup.

"Angka mutasi lebih tinggi pada mereka yang terpapar racun karena gaya hidup serampangan, dan lebih rendah pada mereka yang konsekuen melakukan pola hidup sehat," jelas David Katz, M.D., M.P.H, direktur Yale University Prevention Research Center.

Baca: Ibu Hamil Mesti Waspada! Ini Penyebab Penyakit yang Diderita Istri Indra Bekti

Studi menunjukkan, pemicu gen kanker menjadi tidak aktif dan penekan gen kanker menjadi aktif pada mereka yang berpola hidup sehat.

Kesimpulannya, kanker adalah hasil gabungan berbagai faktor seperti genetik, lingkungan, dan mutasi gen secara acak, kutip John Hopkins.

Karena ada beberapa jenis kanker yang menawarkan peluang lebih besar bagi Anda untuk mengurangi faktor risiko genetik, menjalankan pola hidup sehat merupakan langkah yang sangat bijak.

Mulailah membatasi konsumsi daging, perbanyak sayur dan buah segar, rutin berolahraga, antisipasi sinar UV matahari dengan tabir surya dan jauhi rokok, saran American Cancer Society. (KOMPAS.com/Bestari Kumala Dewi)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved