Rabu, 8 April 2026

Terungkap, Oknum Guru Itu Ajak Siswinya 'kuda-kudaan' dan Pegang Kemaluannya Hingga Basah

Ketika mendengar keterangan saksi, majelis hakim sempat terperangah lantaran saksi menceritakan secara 'terang-terangan' jika saat kejadian

Editor: Iwan Satriawan
Youtube
Ilustrasi pencabulan 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Perkara kasus dugaan tindak pencabulan terhadap seorang pelajar, Bunga (16) siswa asal sebuah  SMK di Pangkalpinang dengan pelaku tak lain seorang oknum guru, Jf (35) di sekolah setempat sampai saat ini masih terus berlanjut di muka Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

Baca: Foto Ini Telah Jadi Viral, Misteri Kutukan Anak Jadi Ikan Pari Terpecahkan

Kali ini perkara tersebut kembali disidangkan, Kamis (16/2/2017) pagi tadi di gedung pengadilan setempat dengan agenda meminta keterangan para saksi.

Baca: Wanita Ini Selalu Cium Bau Bangkai, Rupanya dalam Hidungnya Ada Sesuatu yang Mengejutkan

Dalam sidang saat itu majelis hakim mendengarkan keterangan dua orang pelajar asal sekolah setempat sebagai saksi dalam perkara pencabulan oleh oknum guru sekolah setempat.

Baca: Pernah Tersandung Isu Video Porno, Dokter Cantik Anak Gubernur Itu Menang di Pilkada Ini

Ketika mendengar keterangan saksi, majelis hakim sempat terperangah lantaran saksi menceritakan secara 'terang-terangan' jika saat kejadian itu saksi sempat mendengarkan pengakuan korban atau Bunga (sahabatnya) oknum guru (Jf) mengajak korban untuk main 'kuda-kudaan'.

"Oknum guru itu (Jf--red) sempat memegang kemaluan teman saya (Bunga--red) sampai celana teman saya itu basah," kata saksi di hadapan majelis hakim saat itu.

Baca: Ada “Karyawan” dengan Gaji Pokok Rp504 Juta per Bulan, Inilah Fakta Gaji Di Indonesia

Tak cuma itu, sebelum kejadian pencabulan saksi menerangkan jika korban di ruang UKS (unit kesehatan sekolah) di SMKN 2 Pangkalpinang seperti hendak dihipnotis bahkan korban pun oleh pelaku (Jf) sempat dirayu atau diajak berimajinasi melakukan kegiatan mandi di pantai sambil melepaskan pakaian.

Kejadian tersebut berawal korban sedang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler (teater) di sekolahnya bersama siswi lainnya, Namun dalam kegiatan itu pelaku (Jf) diduga berpura-pura akan memberikan pelatihan pendalaman kejiwaan untuk peran dalam teater.

Baca: Hasil Real Count Poltracking: Erzaldi Gubernur Baru Babel

 

Tanpa disangka saat latihan berlangsung, oknum guru itu (Jf) mengajak korban ke suatu ruangan di sekolah itu namun ruang itu kondisinya cukup sempit, sementara siswi lainnya saat itu dipisahkan dari ruangan oknum guru bersama korban.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved