Benarkah Wanita yang Jalan 'mengangkang' Tanda Tak Perawan Lagi, Simak Penjelasannya
Setidaknya ada dua hal mitos yang sangat dipercaya oleh sebagian masyarakat padahal sebetulnya salah kaprah
Karena, perempuan diberi Tuhan sebuah rahim. Di sinilah Tuhan meletakkan makhluk ciptaan-Nya.
Tuhan mau, anak yang di dalam rahim itu jelas orangtuanya, bin maupun bintinya.
Itulah maka dengan selaput dara ditutup-Nya jalan menuju rahim tempat sperma membuahi sel telur.
Hanya suami sah yang berhak memasukkan sperma untuk membuahi sel telur, sehingga anak itu jelas bin dan bintinya.
Secara psikologis, bila seseorang tak jelas siapa bapaknya akan repot seumur hidupnya.
Kalau siapa ibunya, mudah dilacak, yakni siapa yang melahirkan dia. Tapi siapa bapaknya, tak ada saksi yang melihat.
Itulah maka ada selaput dara. Dari satu bapak saja kita tidak tahu benih mana yang membuahi, apalagi kalau "bapak"-nya lebih dari satu.
Dalam pernikahan, saat ijab kabul, wanita harus memiliki wali yaitu ayahnya sendiri.
Ucapan penyerahan putrinya harus langsung disambut ucapan penerimaan mempelai pria. Itulah estafet.
Allah menitipkan gadis itu ke ayahnya, lalu ayahnya menyerahkan ke suaminya.
"Perempuan tak boleh tidak terlindungi sepersekian detik pun, karena ia memiliki rahim tempat Tuhan mencipta," ujar Ieda.
Lalu, laki-laki, lebih bebas? Ieda menyodorkan surah Yassin ayat 65, "Ketika tangan dan kaki berkata" (salah satu lagu almarhum Chrisye), bahwa kelak di akhirat tangan dan kaki kita akan mengaku kepada Tuhan telah digunakan untuk apa saja.
Termasuk kelamin, dimasukkan ke mana saja, dalam ikatan perkawinan atau tidak, spermanya membuahi atau tidak, semua harus dipertanggungjawabkan pada Tuhan.
Jadi, walau tak punya selaput dara, sebagai imam yang memimpin dirinya sendiri, beban laki-laki lebih berat dari perempuan, di antaranya tak boleh mengumbar kelamin ke sana ke mari.
Sayangnya, sebagian masyarakat memandang selaput dara hanya sebagai beban dan pengekang kebebasan. Padahal, "Itulah proteksi Allah terhadap perempuan." (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/perawan_20160719_104030.jpg)