Mengejutkan! Begini Nasib Pria Asal Pangkalpinang yang Pernah Pidato di Markas PBB
Apa kabar Muhammad Robby Saputra, alumni Universitas Al Ahzar Jakarta, jurusan teknik elektro yang pernah berpidato dalam forum PBB
Penulis: Alza Munzi | Editor: Alza Munzi
Menurutnya, tidak sembarang orang dapat berdiri dan berbicara di depan podium yang dihadiri 1000 orang dari 90 negara.
Baca: Wanita Cantik Terjerat Kasus Kim Jung Nam Pernah Berpose Pakai Bikini dalam Motor Show
Mewakili Indonesia, Robby dan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Gugun Gumilar (Sekretaris Ketua DPD RI) dan Qisma (anak Sekjen PBNU) berpidato dalam acara bertemakan “Kepemimpinan Moral dan Inovatif: Visi, Service, Kewirausahaan, dan Kepemimpinan”.
Tiga nama lain dari Indonesia sudah dikenal oleh publik dan termasuk orang berpunya di negeri ini. Beda dengan Robby, hanya modal semangat dan percaya dirilah yang membuatnya sejajar di Amerika Serikat.
Hanya 50 orang dari 27 negara yang termasuk tamu istimewa PBB, pada tanggal 10-19 Agustus 2015 lalu. Robby mendapat kartu khusus yang menempatkan dirinya di kursi terhormat dalam forum tersebut.
Baca: Duh Kasihan, Unggah Foto Tasbih, Ayu Ting Ting Malah Kena Sindiri Netizen
"Sepuluh hari di Amerika menginap di Hotel Metro Point bersama peserta dari New York, Mathew Thompson. Orangnya baik, hanya saja memilih tidak beragama. Ketika saya shalat, awalnya sempat heran dan bertanya banyak hal tentang agama, pernikahan, hubungan lawan jenis. Sangat menarik sekali bertemu dengan beragam orang dari berbagai dunia. Peserta tidak hanya mahasiswa S1, S2 atau S3 saja, ada LSM termasuk pejabat negara, menteri," kata Robby.
Di Amerika, Robby dan peserta lainnya mengikuti kegiatan di tiga kota yakni Washington DC, Philadelphia dan New York. Selain ke Markas PBB, mereka juga mengikuti kegiatan di Hall of States, World Bank, Embassies, US Departement of State, Capitol Hill, Wilson Center dan National Constitution Center.
Beruntung meski tidak disediakan nasi, Robby akhirnya terbiasa makan roti khas Amerika. Sehingga, tenaga dan pikirannya sangat prima mengikuti kegiatan bergengsi skala internasional tersebut.
"Saya diberi waktu berbicara 20 menit tentang kepemimpinan pemuda dan berbagi tentang ide serta gagasan. Semuanya mengalir begitu saja," ujar Robby yang biasa berbahasa Inggris saat masih sekolah di SMAN 1 Pemali.
Peraih beasiswa penuh dari Universitas Al Ahzar Jakarta ini beruntung aktif berorganisasi sejak SMA. Dia juga aktif melakukan kegiatan sosial dan kepemudaan.
Sebelumnya dia pernah ke Filipina, tanggal 28 Januari 2015 lalu, dalam kegiatan Asean Youth Leader Association, yang dibiayai KNPI Babel dan Universitas Al Ahzar.
Robby juga aktif di Global Peace Foundation, sebuah lembaga perdamaian dunia, yang kemudian merekomendasikan namanya kepada Kemenpora RI untuk ikut forum IYLA.
"Kegiatan saya dan teman-teman mengumpulkan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dalam pertemuan di Tanjung Pesona Sungailiat beberapa waktu lalu, menarik perhatian Global Peace Foundation. Semangat menyuarakan perdamaian dan kepemimpinan pemuda menjadi alasan mereka memilih saya," kata Robby.
Berbekal jas, sepatu dan baju pinjaman teman, Robby terbang ke Amerika Serikat. Maklum saja, Robby adalah mahasiswa sederhana, laptop saja tidak punya ketika menyusun makalah dan presentasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/robby_20170226_081357.jpg)