Rabu, 8 April 2026

Eropa Lega, Partai Anti-Islam Kalah di Pemilu Belanda

Partai Kebebasan yang anti-Islam yang dicemaskan menang besar ternyata hanya memperoleh 18% suara

Editor: Alza Munzi
AP
Para pengamat beranggapan, partai-partai liberal dan pro-Uni Eropa, termasuk partai pimpinan PM Mark Rutte, diuntungkan oleh tingginya angka pemilih. 

BANGKAPOS.COM - Partai Kebebasan yang anti-Islam yang dicemaskan menang besar ternyata hanya memperoleh 18% suara, dan Partai pimpinan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan parlemen.

Hasil awal mengukuhkan exit polls, yang menunjukkan PM Mark Rutte dengan partai kanan tenganya, VVD, akan memenangkan 31 dari 150 kursi.

Tiga partai diproyeksikan sama-sama meraup 19 kursi: Partai Kebebasan (PVV) yang anti imigrasi pimpinan Wilders, Partai Kristen Demokrat dan D66.

Sebelumnya, partai pimpinan Wilders unggul jauh dalam jajak pendapat, namun dukungan untuk mereka memudar dalam beberapa hari terakhir.

Dalam penghitungan sementara, hingga Kamis pagi, VVD hanya memperoleh 17,8%.

"Hari ini adalah pesta demokrasi," kata PM Rutte.

"Rakyat Belanda telah mengatakan tidak untuk populisme yang salah," tambahnya merujuk pada partai populis PVV Geert Wilders.

Partai VVD pimpinan PM Rutte telah kehilangan beberapa kursi sejak pemilu terakhir, dan dalam Pemilu ini mereka awalnya diperkirakan akan makin terpuruk akibat dukungan beralih kepada Partai Kebebasan Geert Wilders.

Namun hasil awal ternyata menunjukkan sebaliknya.

Partisipasi tinggi
Para pengamat beranggapan, partai-partai liberal dan pro-Uni Eropa diuntungkan oleh tingginya angka pemilih.

Partisipasi dalam pemilihan umum kali ini mencatat rekor tertinggi selama 30 tahun, dengan 81% pemilih.

Eropa lega
Dunia memantau Pemilu Belanda ini dengan seksama, sebagai indikasi bagaimana partai-partai populis anti pendatang itu mendapat dukungan dalam pemilu di sejumlah negara Uni Eropa lain.

Perancis akan menyelenggarakan pemilihan presiden bulan depan, sementara Jerman akan mengadakan pemilihan umum pada bulan September.

Sehingga kemenangan partai PM Rutte dan terpuruknya partai Geert Wilders disambut kelegaan oleh para pemimpin Eropa.

Kanselir Jerman Angela Merkel segera menelpon PM Rutte untuk mengucapkan selamat, sementara Perdana Menteri Luksemburg Xavier Bettel melakukannya lewat cuitan di Twitter.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved