Eropa Lega, Partai Anti-Islam Kalah di Pemilu Belanda
Partai Kebebasan yang anti-Islam yang dicemaskan menang besar ternyata hanya memperoleh 18% suara
Martin Schulz, mantan presiden Parlemen Eropa mengatakan ia merasa 'lega' bahwa partai pimpinan Wilders kalah.
"Kita harus terus berjuang bagi Eropa yang bebas dan terbuka," cuitnya. Wilders sendiri, kendati kecewa memperingatkan, bahwa dia tak akan surut.
Ia sebelumnya mengatakan bahwa 'revolusi patriotik' akan dilanjutkan dan 'jin ini tak akan kembali ke dalam botol.'
Kendati menang, partai VVD pimpinan PM Rutte akan perlu melakukan koalisi dengan partai lain untuk bisa membentuk pemerintahan.
VVD telah mengesampingkan koalisi dengan Partai Kebebasan pimpinan Geert Wilders, namun tidak dua runner-up lain, partai Kristen Demokrat (CDA), dan Demokrat 66 (D66) partai, yang keduanya pro-Uni Eropa.
CDA mengungkapkan kepuasan atas hasil pemilu dan menyatakan siap membantu membentuk koalisi.
VVD akan membutuhkan setidaknya tiga partai lain sebelum dapat mengamankan mayoritas.
Oleh karena itu, partai-partai kecil lainnya akan bisa menjadi penentu.
Jajak pendapat menunjukkan Partai Kiri Hijau mendapat dukungan kuat pula dengan memenangkan total 16 kursi, melonjak jauh dari empat kursi sebelumnya.
Partai Sosialis memperoleh 14 kursi, sementara partai kiri lain yang merupakan mitra koalisi VVD sebelumnya, Partai Buruh, melorot dari 38 kursi menjadi hanya sembilan.
Para analis mengatakan penurunan itu tampaknya merupakan hukuman dari pendukungnya karena peran Partai Buruh di pemerintahan koalisi dalam membantu meloloskan langkah-langkah penghematan ekonomi.
Pemimpin partai Lodewijk Asscher menyebut hasil pemilu merupakan "malam yang pahit bagi Buruh- luar biasa mengecewakan."
"Membangun kembali partai dimulai hari ini," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/belanda_20170316_143924.jpg)