Jumat, 10 April 2026

Gara-gara Kasus Ahok Soal Penodaan Agama, Ada Warga Lari ke Singapura

Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersikeras mengatakan dirinya tak berniat menistakan agama Islam.

Editor: Alza Munzi
Pool/TINO OKTAVIANO
Terdakwa kasus dugaan penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersikeras mengatakan dirinya tak berniat menistakan agama Islam.

Meski demikian, dia tetap meminta maaf kepada umat muslim.

Ahok yang belakangan menjadi terdakwa kasus dugaan penistaan agama itu pun menjelaskan alasan permintaan maaf, meski tak merasa telah menista agama.

"Orang di perumahan saya pada lari ke Singapura setelah kasus ini."

"Jadi saya pikir saya harus minta maaf karena saya sudah menganggu keamanan," ujar Ahok dalam sidang pemeriksaan terdakwa di Gedung Kementerian Pertanian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017).

Selain itu, Ahok berkata banyak aksi unjuk rasa demo setelah kasusnya mencuat.

Demo ini membuat kekacauan di bidang ekonomi dan mengganggu investor.

Dia juga merasa banyak merepotkan polisi gara-gara kasus ini.

"Polisi dan Negara habis banyak uang buat ngejaga saya. Kemana-mana saya dikawal terus. Persidangan terus seperti ini," kata Ahok.

Sebelumnya, Ahok sempat meminta maaf setelah kasusnya ramai diperbincangkan.

Bahkan Ahok membuat video khusus untuk meminta maaf kepada warga Jakarta.

Kemudian, Ahok juga sempat meminta maaf saat melakukan wawancara dengan media asing Al Jazeera.

Namun, di akhir wawancara Ahok mengatakan tak menyesal terjebak dalam masalah ini.

Siaran langsung

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutuskan untuk menunda sidang kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved