Selasa, 7 April 2026

Lagi, Banjir Rendam Puluhan Rumah Warga di Pangkalpinang

banjir yang merendam rumah warga di jalan Balai misalnya rata-rata tinggi air yang menggenangi rumah sebetis hingga lutut

Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Iwan Satriawan
bangkapos/alza munzi
Rumah anggota DPRD Pangkalpinang Ahmad Amir terendam banjir setengah meter, Minggu (9/4/2017). 

BANGKAPOS.COM-- Hujan deras yang mengguyur Kota Pangkalpinang yang hanya berlangsung sekitar satu jam, kembali membuat sejumlah kawasan pemukiman warga di ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini terendam air, Minggu (9/4/2017) siang.

Kawasan ini menjadi langganan terendamnya air luapan saat hujan dengan intensitas tinggi.

Beberapa tempat di antaranya, Jalan A Yani Pangkalpinang, Jalan Balai, Kampung Opas, Ampui, Sumberejo dan sekitarnya serta beberapa kawasan lainnya.

Contohnya sejumlah warga di daerah Gang Merpati Pangkalpinang yang sudah mengungsikan kendaraannya karena air terus naik.

Genangan air di sejumlah titik terendam berkisar antara 30 Cm hingga 60 Cm.

Pantauan Bangkapos.com sekitar pukul 16.00 WIB banjir yang merendam rumah warga di jalan Balai misalnya rata-rata tinggi air yang menggenangi rumah sebetis hingga lutut orang dewasa.

Sejumlah ruas wilayah pemukiman warga yang terendam banjir saat diguyur hujan deras di Kota Pangkalpinang, Minggu (9/4/2017).
Sejumlah ruas wilayah pemukiman warga yang terendam banjir saat diguyur hujan deras di Kota Pangkalpinang, Minggu (9/4/2017). (Bangkapos.com/Ajie Gusti)

Tingginya volume air membuat warga di sekitar jalan balai kelabakan dan berusaha melindungi barang-barang berharga mereka.

Seperti yang dilakukan Susilawati, ibu empat orang anak ini harus berjibaku memindahkan dan mengangkat setiap barang yang berada di lantai. Pasalnya hujan lebat membuat air cepat meluber masuk ke dalam rumahnya.

"Air nya deras, cepat bener masuknya, kita juga kelabakan, memindahkan barang barang," jelas Susilawati yang juga pernah mengalami banjir serupa pada tahun sebelumnya kepada bangkapos.com, Minggu (9/4/2017)

Tidak hanya air yang cepat masuk ke rumah, namun kondisi listrik yang padam saat itu membuat warga kesusahan melihat harta benda di dalam rumah.

"Semua kami angkat barangnya, untung anak saya hari ini tidak kerja, bisa membantu, kalu saya sendiri, entah bagaimana,"keluhnya

Dengan kondisi air yang telah setinggi betis orang dewasa, Susilawati dan anaknya memutuskan untuk mengungsikan diri ke tempat saudaranya yang tidak terkena banjir, baju yang basah dan tidak adanya tempat tidur menjadi alasan.

"Tidak bisa tidur di rumah malam ini, lihat kondisinya seperti ini, mungkin besok atau malam nanti baru surut," ujarnya.

Dengan kondisi banjir yang selalu di alami warga Jalan balai membuat sebagian mereka masih meninggalkan trauma ketika hujan lebat.

"Kami berharap kondisi seperti ini bisa di atasi, pemerintah kota, agar warga tidak lagi kesusahan bila banjir seperti ini, cari langka yang nyata, jangan hanya rencana,"tegasnya.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved