Senin, 20 April 2026

Lagi, Banjir Rendam Puluhan Rumah Warga di Pangkalpinang

banjir yang merendam rumah warga di jalan Balai misalnya rata-rata tinggi air yang menggenangi rumah sebetis hingga lutut

Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Iwan Satriawan
bangkapos/alza munzi
Rumah anggota DPRD Pangkalpinang Ahmad Amir terendam banjir setengah meter, Minggu (9/4/2017). 

Dua Rumah Anggota Dewan Terendam Banjir 

Banjir di sekitar rumah Susilawati di Kelurahan Gedung Nasional Kecamatan Taman Sari Pngkalpinang, Minggu (9/4/2017)
Banjir di sekitar rumah Susilawati di Kelurahan Gedung Nasional Kecamatan Taman Sari Pngkalpinang, Minggu (9/4/2017) (IST)

Sementara di kawasan Bukit Tani, Kecamatan Gerunggang, puluhan rumah warga juga terendam air.

Salah satu rumah yang ikut terendam adalah milik anggota DPRD Provinsi Babel, Rosdiansyah Rasyid.

Rosdiansyah mengatakan banjir yang terjadi di daerah ini selalu terjadi saat hujan turun.

Ia menilai Pemkot Pangkalpinang tak memiliki solusi untuk menyelesaikannya.

"Pemerintah kota tidak ada juga solusi untuk mengatasi banjir di Pangkalpinang, imbasnya masyarakat yang kena banjir," ujar Rosdiansyah.

Disebutkan anggota dapil Pangkalpinang ini, ada sekitar 50 rumah yang terendam air di dekat kediamannya.

Ia meminta pemkot segera turun dan menyelesaikan permasalahan banjir yang tak kunjung selesai.

"Saya kesal kalau musim hujan selalu banjir di Bukit Tani ini dan sampai sekarang solusi dari pemkot tidak ada, sampai saat ini ada sekitar 50 rumah yang terendam air," katanya.

Banjir selain merendam rumah Rosdiansyah Rasyid juga merendam rumah anggota DPRD Pangkalpinang lainnya , yaitu Ahmad Amir.

Anggota Komisi I dari PDI Perjuangan ini hanya melempar senyum saat ditemui di rumahnya di Kelurahan Ampui, Kota Pangkalpinang.

Dia tidak bisa berkata-kata apa lagi, ketika air dari rawa-rawa di samping rumahnya menyerbu masuk ke dalam tempat tinggalnya.

Anak, istri, saudara, tetangga dan dirinya berjibaku menyelamatkan barang-barang ke tempat lebih tinggi.

Mungkin Amir sudah merasa bosan karena rumahnya menjadi langganan banjir yang tak berkesudahan.

"Banjir kali ini lebih besar dari sebelumnya. Kalau hujan tidak berhenti, entah bagaimana lagi. Tadi cuma bisa angkat barang-barang ke tempat lebih tinggi. Nanti kalau agak surut, airnya disedot pakai mesin," kata Amir ditemani istri dan saudara-saudaranya yang lain.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved