Sabtu, 11 April 2026

Penyidik KPK Disiram Air Keras

Dikriminalisasi hingga Siraman Air Keras, Novel Baswedan Ternyata Tak Pernah Absen Subuh

Hasan menyatakan Novel juga menjadi Wakil Bidang Dakwah dan Peribadahan Masjid Al Ihsan. Dia menyebut Novel merupakan orang yang

Editor: Iwan Satriawan
KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel baswedan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. 

BANGKAPOS.COM--Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras usai salat subuh berjamaah di masjid di sekitar rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017).

Imam Masjid Al Ihsan Abdurrahim Hasan menyatakan sosok Novel Baswedan adalah orang yang aktif dalam kegiatan masjid.

Dia juga menjadi salah satu pengurus masjid di kawasan Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading itu.

Hasan menyatakan Novel juga menjadi Wakil Bidang Dakwah dan Peribadahan Masjid Al Ihsan.

Dia menyebut Novel merupakan orang yang selalu hadir dalam salat Subuh berjamaah.

“Dia enggak pernah absen, kecuali kalau nangkap orang,” kata Hasan kepada CNNIndonesia.com, Selasa (11/4).

Novel Baswedan dirawat di rumah sakit karena disiram air keras.
Novel Baswedan dirawat di rumah sakit karena disiram air keras. (Twitter/ Fadjroel Rahman)

Hasan mengungkapkan Novel dikenal sebagai orang yang berani sehingga teror macam ini tak membuat langkahnya surut.

Novel, kata Hasan, juga dikenal aktif dalam kegiatan hari besar Islam, macam Idhul Fitri dan Idhul Adha.

Novel diketahui sering mengalami teror dari sejumlah kasus besar yang ditanganinya.
Novel selama ini menangani kasus-kasus besar yang ada di KPK.

Dia merupakan penyidik yang dianggap tidak pandang bulu dalam menangani kasus.

Pada Oktober 2012, sejumlah anggota Polri mendatangi gedung KPK untuk menjemput Novel, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penembakan terhadap pencuri sarang burung walet di Lampung pada 2004.

Penetapan tersangka itu dilakukan tak lama setelah Novel memimpin penggeledahan di Korlantas Polri.

Saat itu, Novel menjabat sebagai Kepala Satgas kasus simulator SIM yang menjerat Irjen Djoko Susilo, yang saat itu menjabat Kakorlantas.

Novel membantah memerintahkan penembakan terhadap pencuri sarang burung walet.

Kasus penembakan pencuri sarang walet itu terjadi saat Novel menjabat kepala satuan reserse kriminal di Polres Lampung.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved