Penyidik KPK Disiram Air Keras
Dikriminalisasi hingga Siraman Air Keras, Novel Baswedan Ternyata Tak Pernah Absen Subuh
Hasan menyatakan Novel juga menjadi Wakil Bidang Dakwah dan Peribadahan Masjid Al Ihsan. Dia menyebut Novel merupakan orang yang
Novel dianggap bertanggung jawab atas penembakan tersebut.
Kasus ini kembali mencuat pada pertengahan 2015.
Pada 1 Mei dini hari, Novel ditangkap di rumahnya di Kelapa Gading.
Novel terbebas karena tidak cukup bukti. Kejaksaan Agung menerbitkan surat keputusan penghentian penuntutan (SKPP) atas dugaan menganiaya seorang pencuri sarang burung walet hingga tewas pada 2004.
Selanjutnya, pada Kamis (23/3), Mantan Anggota Komisi II DPR RI Miryam S Haryani mengaku ditekan oleh Novel Baswedan dan dua penyidik KPK.
Akhirnya, Miryam mencabut keterangannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) yang mengaku membagi-bagikan uang dalam proyek e-KTP.
Novel juga mendapatkan Surat Peringatan 2 dari internal KPK, karena dianggap menghambat penyidikan.
Terakhir, Novel Baswedan diteror usai salat subuh berjemaah di masjid di sekitar rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Wajah penyidik senior KPK tersebut disiram air keras oleh seseorang yang tidak dikenal.
"Ya benar. Disiram (air keras, red) habis salat subuh tadi," ujar Laode M Syarief, salah satu pimpinan KPK, Selasa (11/4/2017).
Laode mengatakan, saat ini Novel masih dirawat di instalasi gawat darurat RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Seperti diketahui, Novel telah beberapa kali mendapat teror. Tahun lalu, Novel ditabrak mobil ketika sedang mengendarai sepeda motor menuju kantornya di Kuningan, Jakarta Selatan.
Lapor ke Bareskrim
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarif meminta Bareskrim Polri segera menangkap dan mengusut pelaku, serta motif penyerangan dengan air keras kepada penyidik senior KPK, Novel Baswedan.
Akibat penyerangan yang dialami Novel pagi tadi, Selasa (11/4/2017) mata dan keningnya mengalami luka bakar dan saat ini menjalani perawatan di RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakarta Utara.
"Kami akan melaporkan ke Mabes Polri supaya pelakunya bisa diusut tuntas," tegas Laode M Syarif.
Laode M Syarif juga meminta agar bukan hanya pelaku penyerangan air keras yang diusut tapi juga aktor intelektualnya.
"Semuanya harus bisa diungkap secara terang benderang untuk memberikan efek jera pihak yang kerap mengintimidasi kerja-kerja aparat penegak hukum," tambah Laode M Syarif.
Seperti diberitakan sebelumny, penyidik KPK Novel Baswedan diteror usai salah subuh berjemaah di masjid di sekitar rumahnya di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Wajah penyidik senior KPK tersebut disiram air keras oleh seseorang yang tidak dikenal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/novel-diwawancara_20160205_011622.jpg)