Demo Hari Buruh, Ratusan Jomblowati Protes Jam Kerja, Dianggap Penyebab Susah Jodoh
Jam kerja yang terlalu lama dianggap sebagai biang keladi kalangan buruh (karyawan) kelamaan berkutat di tempat kerja, sehingga tak sempat berso...
BANGKAPOS.COM -- Umumnya demo hari buruh fokus utamanya adalah tentang perbaikan kesejahteraan.
Belakangan muncul isu baru yang cukup menarik, yakni makin banyak jomblo terkait jam kerja.
Baca: Terkuak, Begini Nasib Aktor Stephen Chow Sekarang, Ternyata Masih . . .
Jam kerja yang terlalu lama dianggap sebagai biang keladi kalangan buruh (karyawan) kelamaan berkutat di tempat kerja, sehingga tak sempat bersosialisasi.
Sampai-sampai untuk mencari jodoh atau pasangan hidup saja tak sempat.
Baca: Wow, Hand Angels Tak Masalah Disebut Kelompok Prostitusi Meski Beri Layanan Seks dengan Tangan
Mereka yang coba naksir dan mau mendekat pun jadi enggan karena yang mau didekati tampak serius banget dengan pekerjaannya.
Baca: Heboh yang Bikin Keki, Bocah Ini Cari Kekasih di Facebook, Netizen: Pipis Aja Belum Bisa Lurus
Apalagi di perkotaan, berangkat pagi, pulang larut malam, atau ketemu pagi lagi kadang-kadang sudah dianggap biasa bin lumrah.
Tanpa sadar, waktu berjalan begitu cepat.
Tahu-tahu usia semakin bertambah dan melewati 'deadline' umur untuk segera menikah.
Karena itu, di media sosial didengungkan suara-suara dan aspirasi agar perusahaan memperbaiki sistem jam kerja.
Baca: Heboh Screenshot Berita Tertipu Utang Karangan Bunga untuk Ahok, Begini Klarifikasi Lucky Florist
Perusahaan diminta memerhatikan kebutuhan buruh untuk bergaul, bersosialisasi dengan lawan jenis.
Mereka tak ingin lupa menikah karena dibelit jam kerja yang tak manusiawi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/kalangan-jomblo-berunjuk-rasa-menuntut-perbaikan-jam-kerja_20170501_222212.jpg)