Kisah Farida yang Terselamatkan Hidupnya karena Rokok
Rida justru diberi anugerah kesembuhan. Uniknya, proses penyembuhan tidak melalui proses operasi, tapi terapi rokok.
“Saya merasa terbantu menjadi lebih kuat, lebih sehat dibarengi dengan terapi akupreser,” kata dia, yang saat ini aktif kembali mengajar di salah satu perguruan tinggi negeri ini.
Rida pun merasa bersyukur karena diberi karunia kesehatan. Saat ini, Rida masih terus menjalani terapi kesehatan itu. Proses pendarahan memang masih terjadi, tetapi bisa dikendalikan.
Proses terapi sendiri diawali dengan pembaluran, untuk membuka dan mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Pembaluran efektif dilakukan oleh anak kandung, karena kesamaan DNA.
Oleh karenanya, keberadaan sang anak di sisi mereka yang menderita penyakit sangat membantu dalam proses terapi rokok ini.
“Setelah pengobatan lima minggu, saya sudah bisa pergi ibadah umrah. Sejak saat itu, balurnya seminggu sekali,” sambung dia.
Pengelola Rumah Sehat Malang, dr Saraswati menjelaskan, bahwa pengobatan melalui tembakau dikembangkan melalui temuan dari Dr Greta Zahar, seorang ahli fisika dan kimia asal Indonesia. Pengobatan melalui terapi balur ini di Jawa Tengah dibuka di Kota Semarang, Kudus, dan Sukorejo, Kabupaten Kendal.
Pengobatan melalui tembakau untuk membuktikan secara ilmiah bahwa segala yang dibuat oleh Tuhan mempunyai manfaat yang baik bagi tubuh. Dalam kadar tertentu, tembakau bisa berfungsi secara baik untuk kesehatan. Kandungan nikotin dari bisa dimanfaatkan untuk kepentingan kesehatan.
“Dalam nikotin itu kan ada aurum dan itu hal yang positif. Aurum bisa bermanfaat, pabrik farmasi menggunakan dalam kadar tertentu baik untuk manusia. Dalam standar WHO, ada kadar sekian, dan bisa digunakan dengan tidak berlebihan,” kata Saraswati, kepada Kompas.com.
Saraswati menguraikan bahwa ada sisi positif dari tembakau yang bisa dieksplorasi untuk kesehatan. Tembakau yang dibuat untuk rokok kesehatan berbeda dengan rokok produksi pabrik.
Tembakau yang dibuat diberi tambahan asam amino yang berfungsi untuk membunuh radikal bebas dari dalam tubuh. Racun dari dalam tubuh bisa muncul melalui saluran udara atau oksigen, pola makan, dan aktivitas keseharian lainnya.
Pola mengeluarkan racun dari dalam tubuh, sambung Saraswati, bisa dilakukan melalui terapi, apakah melalui pola balur, rokok, hingga kopi.
“Jadi pola detoks ini tidak hanya untuk orang sakit, orang yang sehat saja bisa. Terapi balur ini untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit,” tambahnya.
Salah satu tenaga balur dari Griya Balur Semarang, Mulyanto mengatakan, terapi balur biasanya menggunakan tembakau sebagai bahan untuk pembongkaran racun.
Rokok yang dipakai saat awalnya biasanya nomor 2 dan 19, yang berfungsi sebagai pembongkaran racun, dan mengangkat merkuri dari dalam tubuh.
Pola detoks dilakukan untuk melakukan regenerasi sel tubuh. Pola pengobatan ini tidak berbahaya, karena tidak menggunakan bahan campuran. Tembakau tidak dicampur caos, seperti batang rokok pabrikan pada umumnya.
“Pengalaman saya sendiri, saya dulu asam urat dan rematik. Saya dibalur, jadi sembuh. Sekarang nafas bisa lebih bagus. Kondisi sudah lumayan, tidak kecanduan rokok lagi,” kata dia.
(Kompas.com/Kontributor Semarang, Nazar Nurdin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/tembakau_20170502_080804.jpg)