Ingat, Selama Ramadan Inilah Dia 11 Amalan Sunnah yang Jangan Sampai Ditinggalkan
dalam menjalankan ibadah di bulan ramadan ada beberapa amalan sunnah yang sering ditinggalkan
Penulis: Iwan Satriawan | Editor: Iwan Satriawan
Disunnahkan untuk menyegerakan berbuka puasa jika waktunya sudah tiba. Dalilnya adalah dari Sahl bin Sa'ad radhiyallahu'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka." (HR. Bukhari)
Bahkan menyegerakan waktu berbuka bertujuan untuk menyelisihi Yahudi dan Nashrani sebagaimana disebutkan dalam hadits, "Islam tetap terus jaya ketika manusia menyegerakan waktu berbuka karen Yahudi dan Nashrani sering mengakhirkannya." (HR. Abu Dawud).
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa berbuka puasa sebelum menunaikan shalat Maghrib dan bukanlah menunggu hingga shalat Maghrib selesai dikerjakan. Sebagaimana Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasanya berbuka dengan rothb (kurma basah) sebelum menunaikan shalat. Jika tidak ada ruthob (kurma basah), maka beliau berbuka dengan tamr (kurma kering). Dan jika tidak ada yang demikian beliau berbuka dengan seteguk air." (HR. Abu Daud).
Yang dianjurkan ketika berbuka adalah dengan ruthob (kurma basah), lalu tamr (kurma kering). Jika tidak didapati kurma, maka boleh digantikan dengan makanan yang manis-manis. Di sini dianjurkan dengan yang manis-manis ketika berbuka karena yang manis tersebut semakin menguatkan orang yang berpuasa. Sedangkan berbuka puasa dengan air bertujuan untuk menyucikan atau menyegarkan. Adapun jika berada di Makkah, dianjurkan berbuka dengan air zam-zam. Lihat Kifayatul Akhyar, hal. 251-252.
3. Berdo’a ketika berbuka
Perlu dicatat, bahwa salah satu waktu yang mustajab untuk berdo'a adalah ketika hendak berbuka puasa. Hal ini seperti yang disabdakan Rasulullah SAW, "Ada tiga orang yang do'anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do'a orang yang terdzolimi. (HR. Tirmidzi)
Ketika berbuka puasa adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika berbuka beliau membaca do'a berikut ini, "Dzahabazh zhoma'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru insya Allah (artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)."
Atau dengan doa buka puasa "Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthortu (Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)"
"Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa'ala rizqika afthortu"
4. Tadarus Al-Quran dan Mengkhatamkannya
Salah satu amalan sunnah di bulan Ramadhan adalah Tadarus Al-Quran dan Mengkhatamkannya, Di bulan Ramadhan inilah Al Quran diturunkan pada kita. Oleh sebab itu aktifitas mengaji, tadarusan, sekaligus mengkaji isi dari bacaan Al-Quran termasuk amalan yang disunnahkan.
Ibnu 'Abbas Radhiallahu 'Anhuma menceritakan: "Jibril menemuinya pada tiap malam-malam bulan Ramadhan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Quran bersamanya." (HR. Bukhari)
Imam An-Nawawi Rahimahullah menceritakan dalam kitab At Tibyan fi Aadab Hamalatil Quran, bahwa diriwayatkan oleh As Sayyid Al-Jalil Ahmad Ad Dawraqi dengan sanadnya, dari Manshur bin Zaadaan, dari para ahli ibadah tabi'in -semoga Allah meridhainya- bahwasanya di bulan Ramadhan dia mengkhatamkan Al-Quran antara Dzuhur dan Ashar, dan juga mengkhatamkan antara Maghrib dan Isya, dan mereka mengakhirkan Isya hingga seperempat malam.
Imam Abu Daud meriwayatkan dengan sanad yang shahih, bahwa Mujahid mengkhatamkan Al-Quran antara Maghrib dan Isya. Dari Manshur, katanya bahwa Al-Azdi mengkhatamkan Al-Quran setiap malam antara Maghrib dan Isya pada bulan Ramadhan.
Ibrahim bin Sa'ad menceritakan: bahwa ayahku kuat menahan duduk dan sekaligus mengkhatamkan Al-Quran dalam sekali duduk. Ada pun yang sekali khatam dalam satu rakaat shalat tidak terhitung jumlahnya karena banyak manusia yang melakukannya, seperti Utsman bin 'Affan, At Tamim Ad Dari, Sa'id bin Jubeir -semoga Allah meridhai mereka- yang khatam satu rakaat ketika shalat di dalam Ka'bah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/buka-puasa_20160614_111140.jpg)