Minggu, 26 April 2026

Pengusaha Ini Bantah Mengkavling Pantai Mang Kalok Untuk Komersil

Tomi memiliki sertifikat lahan di dekat kawasan Pantai Mang Kalok atau Pantai Rebo sejak tahun 1981.

Penulis: nurhayati | Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Nurhayati
 Pengerasan jalan yang dilakukan Tomi untuk akses masuk menuju ke Pantai Mang Kalok atau Pantai Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka. 

Sedangkan akses jalan yang dibangunnya tersebut merupakan kawasan hutan lindung pantai. Sementara lahan sertifikatnya dia menyatakan bukan masuk kawasan hutan lindung.

"Kalau ada sertifikat nggak bisa HL," kata Tomi.

Pantai Mang Kalok. (Bangkapos.com/nurhayati)
Pantai Mang Kalok. (Bangkapos.com/nurhayati) 

Dia menyatakan hanya mengeraskan jalan agar warga mudah untuk masuk ke kawasan pantai. Untuk mengembangkan kawasan Pantai Mang Kalok menurutnya by proses bukan dipantai tersebut tetapi di lahan mereka sendiri.

"Rencana ke depannya mungkin ia tapi kita nggak konsen ke sini ke lahan kita itu. Itu saja masih berantakan," ucap Tomi.

Disinggung mengapa baru sekarang dibangun akses jalan menuju Pantai Mang Kalok, Tomi mengaku baru balik lagi setelah tanahnya 30 tahun lalu hancur digarap tambang inkonvensional.

"Dulu pernah datang kemari karena begitu banyaknya massa buka TI mana bisa saya usir terlalu banyak massanya," kata Tomi.

Dia menegaskan tidak salah jika investor masuk mengembangkan pariwisata di Pantai Mang Kalok selama memiliki prosedur dan perizinan.

"Besok Pek Cun saya undang masyarakat sama-sama ke pantai sudah bisa parkir jalan masuk sudah bisa. Anak-anak sekolah bisa camping. Tambah lagi ada fasilitas bangku biar ada pertemuan-pertemuan di kasih akses. Iuran? nggak ada. Jadi berita itu bohong jangan sampai dicerna masyarakat itu komersil dari mulut ke mulut," bantah Tomi.

Dia mengatakan untuk pengelolaan belum karena belum mengantongi izin legalnya jika membangun usaha juga memperioritaskan untuk warga sehingga bisa membantu membuka lapangan pekerjaan.

"Kesananya belum tapi ini tiga hari berturut-turut serangannya kalau tidak diinformasikab seakan-akan betul. Kita ikuti beraturan yang ada saja," kata Tomi mengklarifikasi.

Ditegaskan ia hanya membantu pengerasan jalan menuju Pantai Mang Kalok karena ada lahannya tidak jauh dari pantai tersebut dan melihat tidak ada akses menuju ke pantai.

"Itu saja niat saya nggak ada isu mengkavling-kavling belum ada ke arah sana. Ini kawasan orang dari balai saja setiap hari kontrol datang. Kita belakangan juga melakukan penanaman bantu penanaman lahan-lahan yang masih kosong. Kita rawat sama-sama, masyarakat kita ajak sama-sama. Kalau ke depannya bagus masyarakat juga bisa buka usaha buka lapangan kerja. Nggak ada sampai melanggar hukum," tegas Tomi.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved