Tak Mau Beri Hutangan, Guru SD Dicekik dan Mulutnya Disumpal Kain

Terdakwa di duga ingin membunuh Dariatun Dwi Kartini (43), guru SD Negeri Dadapkuning, Kecamatan Cerme.

Tak Mau Beri Hutangan, Guru SD Dicekik dan Mulutnya Disumpal Kain
Surya/Sugiyono
Terdakwa Anggi Pradana Oktatrio usai sidang dikawal petugas Kejaksaan Negeri Gresik menuju tahanan sementara PN Gresik, Selasa (30/5/2017). 

Untuk mengamankan diri langsung pura-pura pingsan.

Setelah cekikan dilepaskan, Dariatun langsung lari membuka pintu dan keluar rumah untuk meminta tolong.

Terdakwa Anggi yang ada di dalam rumah langsung berusaha lari.

Namun, tepergok petugas penjaga sekolahan. Kemudian ditangkap oleh warga.

Ketika ditangkap, Anggi sempat bilang kepada warga bahwa niatnya datang ke rumah Dariataun untuk pinjam uang.

"Saya datang ke rumah Dariatun karena sakit hati. Pernah pinjam uang tidak diberi," kata Anggi dalam sidang dengan agenda keterangan terdakwa yang dipimpin majelis hakim I Putu Mahendra, Selasa (30/5/2017).

Dari keterangan terdakwa itu, Jaksa Penuntut Umum Lila Yurifa Prihasti diberi waktu untuk melaksanakan tuntutan.

Sehingga sidang ditunda pekan depan dengan agenda tuntutan.

Korban Dariatun yang ikut mendengarkan keterangan terdakwa Anggi mengaku ada keterangan yang tidak disampaikan ke hakim.

"Seingat saya, Anggi datang itu untuk pinjam uang Rp 1,5 juta. Tadi tidak disampaikan kepada hakim," kata Dariatun usai persidangan dengan didampingi suaminya.

Editor: Hendra
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved