Jumat, 12 Juni 2026

Di Negara Ini Waktu Belajar Hanya 3 Jam, Tak Ada PR dan Ujian, Tapi Terbaik Di Dunia

Tapi seiring berjalannya waktu, sistem pendidikan di negara tersebut terus membaik, membaik, dan membaik

Tayang:
Editor: Iwan Satriawan
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

“Jika hanya PR, PR, dan PR, tidak ada waktu untuk belajar, dan itu tidak berguna untuk jangka panjang,” ujar Leena Liusvaara, salah seorang kepala sekolah di Finlandia.

Murid-murid di Finlandia memiliki masa pendidikan yang paling pendek dibanding negara-negara lain. Meski demikian, mereka lebih berprestasi dibanding murid-murid di belahan dunia lainnya.

“Kami mengajari mereka untuk bahagia, untuk menghargai orang lain dan dirinya sendiri,” ujar seorang guru matematika di negara yang terletak di wilayah Eropa Utara itu.

Guru, Pekerjaan yang Paling Didamkan

Dunia mengakui kualitas sistem pendidikan di Finlandia merupakan yang terbaik. Kesetaraan fasilitas dan kucuran dana dari pemerintah membuat kualitas pendidikan negara itu sangat maju.

Tidak saja dari pemerintah, kualitas guru-guru di Finlandia juga patut diacungkan jempol.

Menjadi seorang guru di Finlandia merupakan pekerjaan yang sangat diidamkan. Selain karena gajinya yang tinggi (dua kali lipat dari guru di AS), persaingan menjadi guru juga sangat ketat.

Sebab standar guru di Finlandia harus bergelar master sekalipun untuk mengajar anak sekolah dasar. Apakah mereka memang memiliki mutu yang lebih istimewa ketimbang guru-guru lain di dunia?

Nyatanya, proses penyeleksian untuk menjadi guru di Finlandia tidak main-main ketatnya. Sebab penyeleksian ketat sudah dilakukan sejak seseorang ingin mengambil jurusan pendidikan guru di perguruan tinggi.

Banyak calon mahasiswa yang gagal masuk jurusan pendidikan ketika mendaftar di perguruan tinggi. Nah lo? Bukannya kualitas pelajar di Finlandia nomor satu semua?

Rupanya, ada aturan yang tidak biasa dalam penyeleksian guru di Finlandia. Sudah terkenal di sana bahwa masuk jurusan keguruan itu memang sulit. Bahkan untuk masuk jurusan pendidikan sekolah dasar sekalipun.

Hanya satu dari 10 pendaftar yang diterima setiap tahunnya. Mereka kemudian harus belajar 5-6 tahun sebelum diizinkan mengajar secara profesional.

Mengapa begitu sulit? Sebab di Finlandia guru dianggap menjadi kunci utama dalam pendidikan.

Sehingga penyeleksiannya juga bukan sekedar pengujian intelegensi semata, namun mereka berharap menemukan guru yang benar-benar berbakat dalam profesinya kelak.

Lalu apa kriterianya sehingga hanya satu dari 10 yang dipilih mengikuti pendidikan guru SD di Finlandia? Begini: Universitas Helsinki misalnya, tes untuk masuk ke jurusan keguruan dilakukan dengan dua tahap. Yaitu ujian tes nasional dan uji bakat di universitas.

Sumber: Intisari
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved