Di Negara Ini Waktu Belajar Hanya 3 Jam, Tak Ada PR dan Ujian, Tapi Terbaik Di Dunia
Tapi seiring berjalannya waktu, sistem pendidikan di negara tersebut terus membaik, membaik, dan membaik
Jadi tidak hanya pengujian soal intelegensi, namun juga dibutuhkan bakat.
Dari seluruh pelamar, yang diterima hanya 120 orang saja. Dari 120 orang itu, 60% diterima berdasarkan hasil kombinasi dari tes nasional dan tes bakat. Sedangkan 40% lagi diterima berdasarkan kecerdasan intelegensi alias hasil tes nasional.
Banyak orang yang berpikir bahwa guru-guru di Finlandia adalah mereka yang cerdas dan memiliki prestasi akademik yang tinggi. Kalau begitu, berarti semua pelajar di Finlandia layak menjadi guru. Tapi kenyataannya, tidak semua diterima.
Padahal begitu mudah menemukan orang paling pintar di Finlandia. Hal ini terjadi karena mereka meyakini bahwa orang paling pintar sekalipun belum tentu bisa menjadi guru yang pintar.
Universitas di Finlandia tidak merekrut orang yang memiliki kecerdasan intelegensi semata, tapi mereka mencari orang-orang yang memiliki dedikasi jangka panjang untuk menjadi guru.
Mereka mencari guru yang benar-benar memiliki hati untuk mengajar. Sehingga catatan akademik bukan jadi pertimbangan utama. Mereka juga sangat menghargai bakat non-akademik lainnya seperti seni dan olahraga.
Bagi pemerintah Finlandia, proses pembentukan seorang guru harus dimulai sejak dini.
Mereka mengakui bahwa siswa yang berprestasi dalam akademik belum tentu bisa menjadi guru yang baik. Sistem pendidikan di Finlandia menyadari betul bahwa ‘menemukan orang yang tepat’ merupakan cara terbaik untuk memajukan pendidikan.
Untuk menjadi guru, Finlandia tidak ingin sembarangan, itulah sebabnya kualitas guru di sana selalu lebih istimewa.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/belajar_20161214_201547.jpg)