Ternyata Begini Rupa Setan Sesungguhnya, Ada Dua Tanduk
Kepala setan pun digambarkan dalam Alquran seperti mayang dari pohon yang keluar dari dasar neraka.
Mereka sujud pada matahari ketika akan terbit dan tenggelam.
Ketika itu setan berdiri di arah matahari itu berada supaya orang-orang menyembahnya. Hal ini ditegaskan dalam hadis berikut,
"Laksanakanlah salat subuh kemudian berhentilah mengerjakan salat hingga terbit matahari
hingga pula matahari meninggi karena matahari terbit ketika munculnya dua tanduk setan dan saat itu orang-
orang kafir sujud pada matahari. Kemudian setelah itu salatlah karena salat ketika itu disaksikan."
Dan hadis itu disebutkan pula,
"Hingga engkau salat Ashar kemudian setelah itu berhentilah salat hingga matahari tenggelam karena saat itu matahari tenggelam antara dua tanduk setan dan saat itu orang-orang kafir sujud pada matahari." (HR. Muslim no. 832).
Hadis larangan salat di atas dipahami untuk salat yang tidak memiliki sebab seperti salat sunah mutlak, yaitu asal salat sunah saja dua rakaat.
Jika salat yang memiliki sebab seperti tahiyyatul masjid, salat gerhana, salat setelah wudhu, atau qodho salat yang luput, maka dibolehkan meskipun pada waktu terlarang untuk salat.
Karena dalam hadis larangan di atas disebutkan,
"Janganlah mengerjakan salat (yang tidak memiliki sebab) secara sengaja "
Hanya Allah yang memberi taufik.