Remaja Ini Survei Pos Jaga Polda Sumut Sebelum Beraksi Bunuh Polisi
Boboy terlibat dalam menyurvei titik penyerangan di Mapolda Sumatera Utara/
BANGKAPOS.COM, MEDAN - Selain Ardial Ramadhan (AR) dan Syawaluddin Pakpahan (SP), yang telah jadi tersangka, kepolisian yang mengusut kasus teror di markas Polda Sumut, mengungkap satu nama lagi.
Seorang pria yang bernama Boboy (17), warga Sisingamangaraja, Medan yang juga berprofesi sebagai sopir, muncul sebagai tersangka ketiga dalam kasus penyerangan terhadap anggota kepolisian tersebut.
Baca: Jamaah Salat Id Bubar Saat Khatib Singgung Kasus Penistaan Agama
Setelah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara hingga memeriksa 12 saksi, akhirnya penyidik menetapkan status tiga tersangka di penyerangan Polda Sumut, Minggu (25/6/2017) kemarin.
Adapun Ardial Ramadhan (AR), meninggal dunia karna ditembak usai menyerang anggota Polri, Aiptu Martua Sigalingging di pos penjagaan Polda Sumut.
Kabag Penum Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul membenarkan adanya penetapan tiga tersangka di kasus ini.
"Kami tetapkan tiga tersangka, dua pelaku yang melakukan penyerangan yakni AR (30) dan SP (47) pada Aiptu Martua Sigalingging hingga meninggal dunia dengan luka tusuk di pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada kiri. Diduga korban meninggal karena perkelahian dan perlawanan di kamar saat istirahat jaga," kata Martinus, Senin (26/6/2017).
Tragedi Berdarah Penyerangan Dinihari
Tragedi berdarah penyerangan Markas Polda Sumatera Utara terjadi pada Minggu (25/6/2017) sekitar pukul 03.00 WIB.
Serangan hanya berselang kurang-lebih 4 jam sebelum umat Islam menunaikan salat Id, merayakan Idul Fitri 1438 Hirjiyah.
Baca: Pesawat Bergetar Hebat Seperti Mesin Cuci Selama 90 Menit
Komplotan pelaku terduga teroriris jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyerang pos piket penjagaan Pintu 3 (pintu keluar) Markas Polda Sumut di Jalan Sisingamangaraja KM 10,5 No 60 Kota Medan.
Dua orang pelaku masuk ke Mapolda melompati tembok dan menyerang anggota jaga bernama Aiptu Martua Sigalinging.
Martua yang tengah istirahat di dalam pos, mengalami luka tikam dan lehernya digorok.
Penyerangan tersebut diketahui Brigadir Erbi Ginting, yang sedang patroli di sekitar Mapolda Sumut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/teroris_20170627_075408.jpg)