Rabu, 8 April 2026

Masih Suka Ngambek Kayak Pacaran, Ini Tips Rumah Tangga Harmonis Istri Gubernur Babel

Wanita cantik kelahiran Pangkalpinang, 44 tahun lalu ini dikenal ramah dan aktif di berbagai organisasi.

Editor: Alza Munzi
Istimewa
Melati bersama suami, Erzaldi Rosman. 

BANGKAPOS.COM - Nama Melati Rosman kini sudah tak asing lagi di Babel.

Wanita cantik kelahiran Pangkalpinang, 44 tahun lalu ini dikenal ramah dan aktif di berbagai organisasi.

Sejak suaminya, Erzaldi Rosman menjabat Gubernur Kepulauan Babel, kesibukan ibu 3 orang anak ini semakin padat.

Padahal, sejak mendampingi sang suami sebagai Wakil Bupati Bangka Tengah periode 2005-2010 dan Bupati Bangka Tengah 2010-2015 dan 2015-2017, seabrek kegiatan menantinya.

Dia berbagi pengalamannya berumah tangga hingga kini menginjak usia pernikahan ke-25 tahun.

Melati digambarkan sebagai perempuan energik, fashionable, cerdas, sederhana dan ramah.

Kiprahnya sebagai perempuan yang aktif di berbagai kegiatan kemanusiaan, perempuan dan anak-anak mengantarkannya pada berbagai penghargaan.

Beberapa di antaranya adalah Manggala Karya Kencana tahun 2013 dari kepala BKKBN Pusat atas kepedulian pembangunaan dibidang keluarga berencana, Anugrah Pahita Ekapraya tahun 2016 tingkat madya dari kementrian Perempuan dan Perlindungan anak RI, yang diserahkan oleh Mentri Yohana Yambise.

Sebagai istri Gubernur, ibu dari tiga orang anak, dan ibu bagi masyarakat di Bangka Belitung tentunya tak mudah membagi peran dan tanggung jawabnya.

Ny Melati mendampingi suaminya Erzaldi Rosman
Ny Melati mendampingi suaminya Erzaldi Rosman (humas. babelprov.go.id)

Namun hal itu, tak lantas mengurangi keluwesan dan keinginanya untuk mewakafkan diri bagi masyarakat Babel.

Mendampingi orang nomor satu di Babel membuat ia mendapatkan tanggungjawab dan jabatan yang melekat seperti Bunda Paud Babel, Ketua PKK, Ketua Dekranasda dan jabatan-jabatan melekat lainnya.

Dengan semangatnya, ia melakukan berbagai inovasi di beberapa organisasi yang dipimpinnya seperti PKK.

Baginya PKK bukan hanya sekadar mengurusi hal-hal recehan.

"Selama ini stigma masyarakat, PKK itu urusan perempuan, saya menabrak ini, PKK ini milik semua ada laki-laki dan perempuan, karena PKK adalah kumpulan orang-orang yang berdedikasi, memiliki gagasan, dan mau berkembang," katanya.

Ia bahkan melakukan open recruitmen volunter PKK secara terbuka dan diumumkan di media masa.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved