Bertahun-tahun Jadi Pemuas Nafsu, Wanita Ini Ingin Balas Dendam dengan Cara Begini

Seorang wanita Yazidi ingin balas dendam usai bebas dari cengkeraman teroris ISIS

Bertahun-tahun Jadi Pemuas Nafsu, Wanita Ini Ingin Balas Dendam dengan Cara Begini
dailymail.co.uk
Ilustrasi (tidak ada hubungan dengan isi berita). Seorang istri pejuang ISIS (kiri), menyesal bergabung. 

“Dan saya adalah salah satu dari mereka yang dibawa pergi itu," kata Shankal dalam sebuah wawancara dengan situs berita Arab24 seperti diteruskan oleh The Independent, Rabu (20/7/2017).

Akunnya menunjukkan bahwa dia adalah satu dari ribuan wanita Yazidi yang diambil sebagai budak seks.

Dia dibeli dan dijual di beberapa pasar di wilayah “kekhalifahan” versi ISIS.

"Saya dijual dan dibeli," katanya.

Ketika dia akhirnya dibebaskan, dia "tiba di tangan para sahabat", mereka membawanya kembali ke Sinjar, kampung halamannya.

Di sana, dia bergabung dengan unit perlawanan wanita untuk melawan ISIS.

"Saya terkejut melihat kekuatan militer untuk melindungi Shankal, jadi saya memutuskan untuk bergabung dengan unit tersebut dan melakukan aksi balas dendam," katanya.

"Saya membawa senjata ini untuk membalas dendam terhadap Abu Hassan, Abu Yusuf, dan Abu Sa'ad, yang telah menyiksaku dan menyiksa kaum ibu lainnya."

Diperkirakan 9.900 Yazidi terbunuh atau ditangkap saat ISIS mengambil alih Gunung Sinjar pada musim panas tahun 2014.

Dari jumlah tersebut, 3.100 orang dibunuh, seringkali dengan cara brutal seperti dipancung atau dibakar hidup-hidup.

Editor: Alza Munzi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved