Selasa, 14 April 2026

Ternyata Hewan Kurban Tidak Merasakan Sakit saat Disembelih

Penelitian menunjukan jawaban yang mengejutkan bahwa binatang yang disembelih secara syariat islam tidak merasakan sakit sama sekali.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Fitriadi
Warga Perumahan Tanjungbunga Cluster Anggrek Kelurahan Temberan Kecamatan Bukitintan Pangkalpinang menyembelih sapi kurban, Senin (12/9/2016). 

BANGKAPOS.COM - Semua banyak yang menduga kalau binatang kurban kesakitan saat disembelih.

Padahal tidak sama sekali. Beberapa ilmuwan Barat membuktikannya.

Namun, benarkan para binatang yang disembelih itu merasakan sakit?

Logikanya, kulit kita saja sakit ketika tergores, apalagi disembelih.

Ternyata sebuah penelitian menunjukan jawaban yang mengejutkan bahwa binatang yang disembelih secara syariat islam tidak merasakan sakit sama sekali.

Penelitian ini dilakukan oleh dua orang staff peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman, yaitu Prof Wilhelm schulze dan koleganya Dr. Hazim seperti dikutip dari bubblews.com.

Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan.

Manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit ?

Sanidin (kiri) bersama pekerjanya berfoto bersama Sapi jenis Limousin dari Presiden Jokowi untuk dikurbankan.
Sanidin (kiri) bersama pekerjanya berfoto bersama Sapi jenis Limousin dari Presiden Jokowi untuk dikurbankan. (bangkapos.com/Resha Juhari)

1. Menyembelih secara syariat islam yang murni/menggunakan pisau tajam (tanpa proses pemingsanan)?

2. Menyembelih dengan cara barat dengan pemingsanan/dipukul kepalanya??

Keduanya merancang penelitian sangat canggih, menggunakan sekelompok sapi yang cukup umur (dewasa).

Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elekroda (microchip) yang disebut Electro Encephalograph (EEG).

EEG dipasang dipermukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit ketika disembelih.

Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG dan ECG yang telah terpasang ditubuhnya selama beberapa minggu.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved