Selasa, 14 April 2026

Ternyata Hewan Kurban Tidak Merasakan Sakit saat Disembelih

Penelitian menunjukan jawaban yang mengejutkan bahwa binatang yang disembelih secara syariat islam tidak merasakan sakit sama sekali.

Editor: fitriadi
Bangkapos.com/Fitriadi
Warga Perumahan Tanjungbunga Cluster Anggrek Kelurahan Temberan Kecamatan Bukitintan Pangkalpinang menyembelih sapi kurban, Senin (12/9/2016). 

Setelah adaptasi dianggap cukup maka separuh sapi disembelih sesuai syariat islam yang murni, dan sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi barat.

Hewan kurban yang disembelih ini merupakan kurban dari warga Tanjung Bunga Cluster Mawar Air Itam Pangkalpinang
Hewan kurban yang disembelih ini merupakan kurban dari warga Tanjung Bunga Cluster Mawar Air Itam Pangkalpinang (Bangkapos.com/Agus Nuryadin)

Dalam syariat islam penyembelihan dilakukan dengan pisau yang tajam, dengan memotong 3 saluran pada leher, yaitu: saluran makan, saluran napas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu arteri karotis & vena jugularis.

Syariat islam tidak merekomendasikan metode pemingsanan sebaliknya metode barat justru mengajarkan bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.

Dari hasil penelitian prof Schultz & Dr Hazim di Hannover University Jerman dapat diperoleh kesimpulan bahwa :

Penyembelihan menurut syariat Islam/menggunakan pisau tajam menunjukan :

Bupati Bangka H Tarmizi bersama panitia kurban di Masjid Jabal Nur Bukit Betung, Kamis (24/9/2015) berdoa sebelum penyembelihan hewan kurban miliknya.
Bupati Bangka H Tarmizi bersama panitia kurban di Masjid Jabal Nur Bukit Betung, Kamis (24/9/2015) berdoa sebelum penyembelihan hewan kurban miliknya. (ist)

Pertama : Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus) tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG.

Hal ini berarti pada 3 detik pertama setelah disembelih tidak ada indikasi rasa sakit.

Kedua : pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yg sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak), hingga sapi2 itu benar-benar kehilangan kesadaran.

Pada saat tersebut tercatat pula ECG bahwa jantung mulai meningkatkan aktivitasnya.

Ketiga : Setelah 6 detik pertama ECG pada jantung merekam adanya aktifitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar.

Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord).

Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yg terputus dibagian leher, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampe zero level (angka nol).

Hal ini diterjemah oleh kedua ahli itu bahwa "No Feeling of pain at all" (tidak ada rasa sakit sama sekali).

Keempat : Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan "healthy meat" (daging yang sehat)

Jenis daging dari hasil sembelih semacam ini sangat sesuai prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved