Minggu, 31 Mei 2026

Bumi Ternyata Pernah 'Kiamat' Enam Kali, 21 Agustus Bakal Ada Kiamat Lagi?

Sebelum muncul pernyataan ini, pemahaman yang muncul adalah, selama 450 juta tahun Bumi pernah mengalami kiamat alias kematian massal sebanyak 5...

Tayang:
Ilustrasi 

RAMALAN tentang kiamat yang kebanyakan berasal dari latar belakang keagamaan sudah sering dibicarakan. Namun tak sedikit pula orang menganggap ramalan kiamat itu sesat. 

Tapi tahukah Anda, kalau Bumi ternyata penah kiamat enam kali?

Mengenai bumi ternyata penah kiamat enam kali ternyata ada buktinya. Hal itu diutarkan, oleh para ilmuwan dalam sebuah publikasi oleh Geological Society of American Bulletin baru-baru ini.

Baca: Oknum TNI Pemukul Polantas Ternyata Bermasalah, Mulai dari THTI Hingga Depresi

Sebelum muncul pernyataan ini, pemahaman yang muncul adalah, selama 450 juta tahun Bumi pernah mengalami kiamat alias kematian massal sebanyak 5 kali.

“Kiamat” keenam yang dipercaya para ilmuwan tersebut adalah peristiwa Capitanian yang terjadi pada 262 juta tahun yang lalu. David Bond, peneliti dari University of Hull, dan timnya melakukan penelitian di Spitsbergen, pulau berjarak 890 km dari pulau utama Norwegia, untuk membuktikan adanya "kiamat" keenam itu.

Baca: Teganya, Seorang Ayah di Malaysia Diduga Perkosa Putrinya 646 Kali

Mereka meneliti Kapp Starostin Formation, lapisan batuan setebal 400 meter di beberapa lokasi Spitsbergen, yang bisa memberi petunjuk tentang kondisi 27 juta tahun masa Permian Tengah, masa ketika peristiwa Capitanian diduga terjadi. Dari penelitian itu, pertama, Bond harus memastikan bahwa data dari lapisan batuan tersebut menunjukkan kesamaan dengan data adanya peristiwa Capitanian yang diambil dari wilayah tropis.

Baca: Berpose Panas, Nikita Willy Semakin Tak Terkendali di Usia 20an

Dengan menganalisis rasio isotop karbon dan stronsium serta beragam logam dan polaritas magnetik, Bond berhasil mengonfirmasi bahwa lapisan batuan tersebut menunjukkan korelasi dengan lapisan batuan di wilayah tropis. Kedua, Bond harus bisa menunjukkan adanya penurunan populasi satwa tertentu secara drastis pada waktu terjadinya kepunahan massal.

Selanjutnya, Bond menganalisis populasi moluska jenis brachiopoda dan bivalvia. Dia menunjukkan bahwa di lapisan Capitania, populasi brachiopoda mengalami penurunan hingga 87 persen. Itu merupakan petunjuk terjadinya kepunahan massal. Sementara itu, pada lapisan batuan yang lebih muda, brachiopoda kembali muncul. Namun, pasca-kepunahan massal itu, bivalvia lebih mendominasi.

“Kepunahan massal kala itu terjadi karena erupsi Emeishan Traps, kini terletak di provinsi Sichuan, Tiongkok. Erupsi melepaskan banyak karbon dioksida, membuat laut mengalami pengasaman dan kekurangan oksigen,” ujar Bond. Penelitian tentang peristiwa Capitanian dibutuhkan, sebab, sejak diketahui 20 tahun lalu, peristiwa itu belum dikategorikan sebagai kematian massal.

Baca: Tak Disangka, Restoran Seafood Ini Beri Diskon Kepada Pelanggan Wanita Berdasarkan Ukuran Bra

Sebelumnya, ada kematian massal yang lebih besar berpaut 12 juta tahun dari peristiwa Capitanian. Peristiwa itu disebut Kiamat Permian Akhir dan memusnahkan 96 persen spesies di muka Bumi. Karena terpaut singkat, sering kali Captanian dan Permian Akhir dianggap satu. Lantaran belum banyak diteliti dan minim bukti dampak, Capitanian juga sering dianggap hanya kiamat regional, bukan global.

Dari penelitian tersebut, Bond yakin bahwa Capitanian merupakan peristiwa yang terpisah dengan Permian Akhir. Ia juga yakin bahwa peristiwa itu bisa dikatakan kematian massal yang global. Meskipun begitu, tak semua setuju bahwa peristiwa Capitanian bisa dikatakan kiamat global. Salah satunya Matthew Clapham dari University of California di Santa Cruz.

Baca: Berendam di Kolam, Jessica Mila Pamerkan Bagian Tubuh Ini , Netizen Malah Pingin Ikutan Nyebur

“Hilangnya beberapa lusin spesies di suatu daerah tak menjadikan sebuah peristiwa sebagai kematian massal,” katanya seperti dikutip BBC, Selasa (21/4). Namun, Clapham mengakui bahwa hasil riset Bond menyuguhkan fakta menarik di Spitsbergen pada jutaan tahun lalu.

Kiamat Nibiru Diramalkan Bakal Terjadi 21 Agustus
Selain hal itu, jika Anda percaya pada teori konspirasi, jangan merencanakan sesuatu untuk bulan September.

Atau sisa tahun ini.

Baca: Sempat Viral, Artis Ini Dikira Tengah Bercinta di Atas Truk, Ternyata Sedang Akting

Kiamat! Teori konspirasi mengatakan itu terjadi pada Agustus ini. Bagaimana ini akan terjadi?

Nah, semuanya bermula dari planet mitos, yang secara kreatif disebut Planet X atau Nibiru.

Selama bertahun-tahun, orang telah memperkirakan bahwa planet asing akan bertabrakan dengan Bumi dan membawa akhir zaman.

Baca: Kisah Nyata, Gara-gara Tak Boleh Minum Air, Pemuda Miskin Tak Berpendidikan Ini Sukses Jadi Menteri

Mereka juga mengatakan bahwa ada kaitannya dengan gerhana matahari total Amerika yang akan terjadi pada tanggal 21 Agustus, yang akan membuat sebagian planet ini menjadi gelap.

Oh dan Alkitab juga dilibatkan karena kiamat tidak akan menjadi kiamat jika tidak alkitabiah.

Baca: Wow, Si Anak Billionaire, Money Kicks Dapat Mobil Ferrari Berbalut Louis Vuitton

Teori ini dikenal sebagai gerakan kiamat Nibiru dan salah satu penuntutnya yang paling bersemangat yakin bahwa ini akan segera terjadi.

David Meade, yang merupakan 'astronom amatir dan numerologis Kristen' telah mempelajari kelurusan bintang dan ayat-ayat Alkitab tertentu yang telah membimibingnya ke sebuah ramalannya yang liar.

Baca: Astaga, Tak Beri Tip Pada Pelayan, Kendall Jenner Malah Digelar Model Pelit

Dia mengatakan kepada The Daily Star:

Gerhana Matahari Total di Amerika pada tanggal 21 Agustus 2017 merupakan pertanda besar.

Saat gerhana dimulai pada 21 Agustus, matahari terbit akan menjadi gelap.

Bulan yang terlibat disebut bulan hitam.

Baca: Orang Terkaya dan Naga Indonesia, Iwan Tjahyadikarta Wafat, Tinggalkan 5 Istri dan 13 Anak

Ini terjadi setiap 33 bulan sekali.

Dalam Alkitab, nama ilahi Elohim muncul 33 kali dalam Kitab Kejadian.

Gerhana akan dimulai di Lincoln Beach, Oregon - negara bagian ke-33 - dan berakhir pada tingkat ke-33 Charleston, South Carolina.

Baca: Salut, Kisahnya Jadi Viral, Anak ini Rela Berjualan Donat Demi Bantu Ibunya

Gerhana matahari seperti itu belum pernah terjadi sejak 1918, yaitu 99 tahun - atau 33 kali tiga.

Meade percaya bahwa Armageddon akan dimulai pada tanggal 23 September sebagai tanda besar dari surga yang tertulis di dalam Kitab Wahyu.

Hal ini tampaknya berkorelasi sempurna dengan bulan yang muncul di dasar konstelasi Virgo.

Namun, teori itu memperoleh tandingan.

Baca: Ngakunya Orang Susah, Kapolsek Ini Pakai Surat Miskin Daftarkan Anaknya di Sekolah Favorit di Medan

Mitos Planet X telah beredar sejak tahun 1975 dan telah secara rutin dihembuskan sejak saat itu.

Pada bulan Desember, indy100 melaporkan adanya kepercayaan bahwa dunia akan berakhir pada bulan itu melalui metode ini.

Gagasan menggelikan ini juga disebut-sebut pada tahun 2003, 2007, 2012 dan 2015. Dan tak semuanya terjadi kan?

Baca: Jadi Viral, Turun dari Mobil Ini, Istri Labrak Valakor, Ternyata Wanita Itu Sahabatnya Sendiri

Kita akan berpikir bahwa jika benda yang besar itu ada di luar angkasa, kita mungkin bisa melihatnya dengan mata telanjang. Hal itu juga akan menyebabkan kerusakan pada planet lain juga.

Untuk menghilangkan teori ini lebih jauh lagi, NASA sendiri telah menyatakan bahwa tidak ada bukti keberadaan Nibiru.

Don Yeomans, pakar objek dekat-Bumi, menulis di tahun 2012:

Tidak ada bukti yang dapat dipercaya - teleskopik atau lainnya - untuk keberadaan benda ini. Juga tidak ada bukti apa pun untuk efek gravitasi pada tubuh di tata surya kita. Namun saya menyukai nama Nibiru.

Baca: Nggak Nyangka, 3 Mantan Raffi Ahmad Pernah Dibayar Nagita Slavina, No 2 Posting Foto Panas

Jadi, kita tunggu saja sampai akhir bulan.

Ramalan Tak Terbukti
Meski belum terjadi, selalu saja muncul prediksi baru tentang kiamat yang diyakini akan tiba suatu saat nanti itu.

Dilansir dari Intisari, berikut ramalan kiamat yang tidak terbukti alias tidak terjadi.

1. Nostradamus, Agustus 1999
Karya tulis Michel de Nostradame yang sangat membingungkan dan metaforis telah menarik perhatian banyak orang selama lebih dari 400 tahun.

Tulisannya, yang ketepatannya sangat tergantung pada interpretasi yang sangat fleksibel, telah diterjemahkan dalam puluhan versi berbeda.

Baca: Si Pria Fokus Mengemudi Mobil, Sang Penumpang Wanita Ini Mendesah Lalu Teriak Hingga Keluar Ini

Salah satu baris tulisannya menyebutkan, "Tahun 1999, bulan ketujuh/Dari langit datang raja besar teror."

Banyak pengikut Nostradamus menjadi resah karena menduga bahwa inilah penglihatan sang peramal terkenal itu terhadap kiamat.

2. Y2K, 1 Januari 2000
Ketika abad lalu hampir berakhir, banyak orang khawatir bahwa komputer akan menyebabkan kiamat.

Permasalahannya, yang diketahui sejak 1970, adalah bahwa banyak komputer takkan bisa membedakan antara tahun 2000 dan 1900.

Tak ada yang tahu pasti apa efeknya, tapi banyak yang menduga akan terjadi bencana, mulai dari mati lampu massal hingga ledakan nuklir.

Baca: Teganya, Seorang Ayah di Malaysia Diduga Perkosa Putrinya 646 Kali

Penjualan senjata meningkat dan orang bersiap bertahan hidup dalam bungker.

Namun nyatanya, tak banyak kesalahan terjadi ketika milenium baru dimulai.

3. Kiamat 5 Mei 2000
Kalau memang kesalahan Y2K tak terjadi, maka bencana global dijamin akan terjadi oleh Richard Noone, pengarang buku 5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster di tahun 1997.

Menurut Noone, massa es di Antartika akan menjadi setebal 3 mil pada tanggal 5 Mei 2000, suatu tanggal yang juga bertepatan dengan sejajarnya planet-planet di tata surya, yang entah bagaimana akan menyebabkan pembekuan global yang fatal.

Baca: Negara-negara Ini Terkenal dengan Destinasi Wisata Seksualnya, No 4 Bikin Menjerit, Ada di Indonesia

Tanggal itu berlalu dan bumi belum beku, tetapi buku itu malah "panas" di pasaran.

Mungkin juga, pemanasan global mencegah terulangnya zaman es itu.

4. God's Church Ministry, musim gugur 2008
Menurut pendeta dari God's Church, Ronald Weinland, akhir zaman telah tiba, lagi.

Bukunya di tahun 2006, 2008: God's Final Witness, menunjukkan bahwa ratusan juta orang akan meninggal, dan pada akhir 2006, "paling lama 2 tahun tersisa sebelum dunia mengalami waktu terburuk sepanjang sejarah manusia.

Baca: Wow, Dikutuk Mantra Awet Muda, Janda Cantik Ini Dapat Persembahan Mengenyangkan di HUT ke 47

Pada musim gugur 2008, Amerika akan tumbang sebagai negara berkuasa, dan tak akan menjadi negara merdeka lagi," dan buku itu juga mencatat, "Ronald Weinland mempertaruhkan reputasinya sebagai nabi akhir zaman Tuhan."

5. Kalender Maya, 21 Desember 2012
Ini dia ramalah akhir zaman yang paling bikin geger beberapa tahun lalu.

Beberapa orang menginterpretasikan kalender Suku Maya meramal bahwa kiamat terjadi pada 21 Desember 2012.

Baca: Wanita Ini Rela Jalani 8 Operasi Plastik Demi Mirip Melania Trump, Alasannya Sungguh Mengejutkan

Hal itu dilihat dari kalender Suku Maya yang habis pada 21 Desember.

Beberapa orang kemudian menduga kalau tidak akan ada kehidupan lagi setelah hari itu. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved