Mitos Buaya Bangka dan Pantangan yang Tak Boleh Dianggap Sepele! Sang Predator Kini Ganas di Laut
Meski kisah kemunculan buaya, cukup sering terdengar, namun sang predator tidak sampai menggigit manusia.
Penulis: Alza Munzi | Editor: Alza Munzi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebagai daerah kepulauan dengan kondisi perairan yang luas, Bangka Belitung sebagai lokasi yang cocok buaya berkembang biak.
Kemunculan buaya sampai menyerang manusia merupakan kejadian yang cukup sering terdengar.
Padahal, setidaknya 15 tahun lalu, masih jarang terdengar manusia diserang buaya.
Kini, tak hanya di sungai, buaya pun mengganas di laut.
Entah apa penyebabnya, nelayan di air asin bisa jadi serangan sang predator.
Baru-baru ini, Jon warga Desa Sebagin yang memancing di laut diserang buaya.
Baca: Ayu Ting Ting Telungkup, Tak Sengaja Dadanya Terbuka Sampai Itunya Terlihat, Netizen Ribut Begini
Jon menjadi korban terkaman buaya di perairan laut Teluk Kerasak, Desa Sebagin, Kecamatan Simpang Rimba, pada Jumat (11/8/2017) siang.
"Mereka memancing bertiga sebelum salat Jumat tadi, ketika selesai salat Jumat ada salah satu temanya pulang dan mengatakan bahwa Jon (korban) disambar buaya," Moris ketika menghubungi wartawan, Jumat (11/8/2017).
Baca: Dikata-katain Selingkuh dengan Adik Ipar Zaskia Sungkar, Wanita Ini Malah Pamer Foto Pelukan
Buaya dan mitos
Entah ada hubungannya atau tidak, cerita buaya di Pulau Bangka tak luput dari hal-hal berbau mistis yang berkembang di masyarakat.
Tak mengherankan banyak mistos yang berkembang dari mulut ke mulut.
Ada mitos unik mengenai keberadaan mahluk ganas ini.
Misalnya di Sungai Mendo,Kecamatan Petaling, Kabupaten Bangka ada mitos mengenai Bujang Antan makhluk gaib berbentuk buaya yang menguasai sungai itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/buaya-air-ngelandut-2_20170503_143623.jpg)