Kamis, 7 Mei 2026

Suamiku Selingkuhi Siswi SMA, Beginilah Fakta Tingginya Pernikahan Dini di Babel

Perempuan 19 tahun itu melontarkan penyesalannya. Di usia yang sangat belia, dia harus merasakan pengalaman pahit.

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
Kompas.com
Ilustrasi pernikahan dini 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Perempuan 19 tahun itu melontarkan penyesalannya. Di usia yang sangat belia, dia harus merasakan pengalaman pahit. Kala itu tiba-tiba suaminya berubah. Manisnya pernikahan pun sirna.

“Suamiku selingkuh dengan anak SMA. Istri mana yang tidak sakit hati, anak tidak pernah diperhatikan. Akhirnya saya minta cerai. Biarlah saya cari kerja sendiri, banting tulang biar cuma ijazah SD.

Sekarang beginilah, hidup masih numpang dengan orangtua, berpikir berulang kali kalau mau nikah lagi,” ujar perempuan yang sebut saja bernama Nuni kepada Bangka Pos belum lama ini.

Ibu dua anak itu merupakan satu dari sejumlah perempuan yang menikah di usia dini. Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat ini Babel menempati urutan keempat tingginya tingkat pernikahan dini secara nasional.

Peringkat pertama adalah Kalimantan Tengah, disusul Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan.

Kepala BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Etna Estelita mengatakan pasangan yang menikah di usia dini ini adalah mereka yang usianya kurang dari 21 tahun. Untuk wilayah Kabupaten/Kota, Bangka Selatan menjadi daerah tertinggi di Babel.

Urutan kedua, Bangka Tengah, kemudian Bangka Barat, Belitung Timur, Bangka, Belitung, dan Pangkalpinang.

Etna mengatakan ada beberapa penyebab tingginya tingkat pernikahan dini yang terjadi di kabupaten.

Penyebab itu umunya adalah karena putus sekolah.

ilustrasi
ilustrasi (bali bisnis)

Cinta monyet
Nuni mengaku menikah dengan pria yang dipacarinya sejak SMP. Akibat rayuan sang pacar yang adalah kakak kelasnya di SMP, Nuni berbadan dua. Walhasil pendidikan tingkat pertamanya pun tidak bisa diselesaikan. Nuni dan pacarnya menikah.

“Saya pacaran dengan kakak kelas di SMP. Karena cinta monyet, diajak langsung mau tidur sama-sama,” katanya.

Awalnya Nuni hanya menceritakan kehamilannya kepada sang pacar. Namun karena pacarnya takut, akhirnya orangtua mereka pun tahu.

“Kami disuruh menikah. Waktu itu susah ngurus nikah karena belum cukup umur. Harus sidang dulu," ujarnya.

Tahun pertama, pernikahan Nuni berjalan lancar. Suaminya kerja serabutan dan membantu di kebun milik orangtuanya.

Kala itu mereka tidak pernah bertengkar. Pun Nuni hamil anak kedua saat anak pertamanya berumur dua tahun.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved