Apakah Paru Paru Perokok Bisa Disembuhkan Lagi?
"...saat individu berhenti merokok, paru-paru dapat menyembuhkan dirinya sendiri sampai taraf tertentu,” kata Dr. Norman Edelman
“Batuk merupakan proses pembersihan kotoran dari paru-paru,” jelas Edelman.
TAK SEMUA KERUSAKAN BISA DIPULIHKAN
Tubuh kita memang memiliki kemampuan menakjubkan dalam memperbaiki beberapa kerusakan pada sel-sel dan jaringan paru-paru yang disebabkan asap rokok, namun tak semua kerusakan itu bisa pulih.
Kerusakan dan penurunan fungsi paru berkaitan langsung dengan jumlah bungkus rokok yang biasanya dikonsumsi per hari dikali jumlah tahun aktif merokok.
Ukuran ini biasa disebut “pack-year”. Semakin besar pack-year, semakin besar paru-paru akan mengalami kerusakan yang tak bisa pulih.
Meskipun paru-paru dapat melindungi dirinya sendiri dari kerusakan, namun pertahanan diri ini akan terus menurun akibat paparan jangka panjang senyawa kimia berbahaya yang terdapat dalam asap rokok.
Akibatnya, jaringan paru-paru bisa meradang dan berparut akibat merokok, sehingga paru-paru kehilangan elastisitas dan tak bisa lagi menukar oksigen secara efisien.
Merokok dalam jangka panjang dapat menyebabkan emfisema, sejenis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
Kondisi ini menghancurkan bagian paru-paru yang dikenal sebagai alveoli, tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi. Penderita PPOK kerap mengalami sesak napas dan kesulitan bernafas.
“Begitu paru-paru seseorang rusak sampai pada titik emfisema, dinding saluran udara kehilangan bentuk dan elastisitasnya, sehingga sulit untuk mendorong udara keluar dari paru-paru. Perubahan paru-paru ini permanen dan tidak dapat pulih,” jelas Edelman.
Ia menambahkan, kerusakan saluran pernapasan yang terkait dengan emfisema dimulai beberapa tahun setelah seseorang mulai merokok, meski gejala penyakitnya mungkin tidak muncul hingga 20 sampai 30 tahun ke depan.
“Tapi tidak ada kata terlambat untuk berhenti merokok, dan berhenti pada usia berapapun dapat membantu orang bernafas lebih baik dan meningkatkan harapan hidup mereka,” pungkas Edelman. (Lutfi Fauziah)
Artikel ini sebelumnya tayang di Nationalgeographic.co.id dengan judul "Bisakah Paru-paru yang Rusak Akibat Merokok Sembuh Kembali?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/paru-paru_20160118_175849.jpg)