Kamis, 9 April 2026

VIDEO: Kayu Ini Mengucurkan Air, Bisa untuk Obat Batuk

Kami juga mengandalkan apa yang ada di hutan, itung-itung kami tidak pernah kenal namanya jarum suntik

Editor: khamelia
(Bangkapos/riyadi)
OBAT TETES MATA DARI HUTAN -- Zurita (13) warga Kelurahan Kelapa Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat, memanfaatkan air kantong semar yang dipetik di hutan setempat, untuk obat sakit mata atau kesehatan matanya. Bagi Zurita, air kantong semar adalah obat tetes mata yang murni asli dari hutan. Foto diambil Sabtu (11/11/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pohon Berang jika ditebang, lalu ditegakkan lagi, akan mengucurkan air bening dengan rasa tawar.

Ternyata air itu diyakini berkhasiat untuk obat batuk. Salah satu di antara potensi hutan tersebut, selama ini dimanfaatkan oleh Kardinan Marcos warga Kelurahan Kelapa Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat.

Ia memang berbeda dengan orang pada umumnya.

Ketika sakit seperti flu dan batuk, dia lebih memilih meminum air yang berasal dari satu jenis kayu yang ada di dalam hutan setempat daripada obat medis.

Bahkan ketika ada orang lain sakit yang sama, Kardinan rela masuk ke hutan untuk mencari kayu berang.

Setelah ditebang, kayu itu akan mengucurkan air bening tak berasa, layaknya air tawar.

Air itulah yang diminum untuk obat batuk atau ketika kulitnya terkena infeksi.

Menurut Kardinan (Dinan), ketergantungan terhadap hutan, diwarisi dari kakek-neneknya.

"Kami biasa hidup di hutan, meskipun punya rumah di kampung. Dulu kami sekeluarga juga cukup lama tinggal di kebun, jauh dari kampung, jadi kami alhamdulillah bisa makan cukup dari apa yang tersedia di hutan, sampai ke obat-obatan untuk anak-anak. Kami juga mengandalkan apa yang ada di hutan, itung-itung kami tidak pernah kenal namanya jarum suntik," kisah Dinan kepada bangkapos.com Selasa (14/11).

Bapak dari empat anak tersebut mengungkapkan, anak-anaknya seperti Zurita dan Desti, bisa bertahan dalam kondisi cuaca apapun.

Ketika hujan, sudah biasa berhujan-hujanan di pinggir hutan.

Ketahanan tubuh anak-anaknya terbentuk sendiri secara alami, karena selama ini memang tergantung apa yang ada di dalam hutan.

"Hidup itu ada sehat ada sakit, kalau anak saya sakit, obatnya nggak susah-susah, tinggal nyabut atau metik di hutan, misalnya anak kena batuk pilek, cukup minum air kayu, kulitnya kena luka terus infeksi, cukup diberi air kayu lunding, sakit mata cukup di tetes pakai air kantong semar. Banyak obat tersedia di hutan ini, itulah didikan untuk membuat anak menjadi mandiri, karena kakek dan orang tua saya mengajarkan hidup mandiri," kisah Dinan.

Keluarga Dinan, selama ini sangat jarang namanya ketemu dengan tempat-tempat pelayanan kesehatan, karena ketika terkena sakit dan obatnya ada di hutan, maka tidak perlu lagi ke dokter atau rumah sakit.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved