VIDEO: Kayu Ini Mengucurkan Air, Bisa untuk Obat Batuk
Kami juga mengandalkan apa yang ada di hutan, itung-itung kami tidak pernah kenal namanya jarum suntik
Dinan sendiri, ketika mencari upah nebang kayu junjung di hutan, juga tidak pernah membawa bekal berupa air minum.
Menurut Dinan, air di hutan banyak tersedia, apakah air dari yang keluar dari mata air, air dari kayu tertentu atau mengkonsumsi dedaunan muda yang banyak menyimpan air.
"Ku dak pernah nyangu air minum dari rumah, di hutan sudah banyak air, ku dak susah-susah kalau ke hutan, nggak takut haus, karena di hutan banyak air," ungkap Dinan.
Berburu pelanduk, rusa dan madu hutan, sudah menjadi rutinitas dan itu di jalani selama ini.
Ketika masih hobi berburu, sampai seminggu lamanya juga tidak pulang ke rumah.
"Soal makan dan minum di hutan banyak tersedia, paling kuat nyangu (berbekal) beras dan alat masak, lauknya semua ada di hutan, air minumnya juga ambil dari dalam hutan apakah dari air yang keluar dari kayu atau mata air, tapi sekarang untuk sementara ku dak belapun (berburu) pelanduk lagi, karena hewan itu sudah susah dicari, jadi biarlah kalau ada biar berkembang biak," kata Dinan.
Untuk itu, kata Dinan, hutan telah memberikan segalanya untuk manusia.
"Sebagai manusia juga harus peduli dengan hutan, menjaga, melestarikan dan merawatnya, boleh mengambil apa yang di dalam hutan, tapi seperlunya dan jangan sampai merusak," ujar Dinan.
Berikut videonya:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/obat-tetes-mata-dari-hutan_20171115_095918.jpg)