Kamis, 11 Juni 2026

Bisakah Perempuan Hamil Saat Sedang Menggunakan Spiral?

Pernahkah Ibu bertanya-tanya bahwa perempuan yang menggunakan spiral atau IUD, masih punya kemungkinan hamil?

Tayang:
Editor: khamelia
nakita
Kontrasepsi spiral 

BANGKAPOS.COM--Banyak perempuan menggunakan alat kontrasepsi sebagai cara untuk menghindari kehamilan yang tak terencana. Namun, pernahkah Ibu bertanya-tanya bahwa perempuan yang menggunakan spiral atau IUD, masih punya kemungkinan hamil?

Sebuah brand Mirena, penghasil jenis hormonal AKDR (alat KB dalam rahim) menyatakan bahwa kurang dari 8 dari 1.000 perempuan atau 0,8% bisa hamil selama lima tahun menggunakan perangkat ini. 

Tapi, hal ini tidak menjamin sepenuhnya, bahwa kehamilan tidak akan terjadi saat menggunakan AKDR.

Alat yang telah ditaruh di dalam rahim ini bisa keluar sebagian atau seluruhnya, yang menurut ACOG bisa terjadi di tahun pertama pemakaian. Hal ini kemungkinan terjadi setelah IUD dimasukkan ke dalam rahim.

Meski, menurut Live Science, ibu hamil yang masih menggunakan IUD sangat jarang kasusnya. IUD telah teruji sebagai salah satu metode pengendalian kelahiran yang paling efektif, dengan tingkat kegagalan kurang dari 1% pada tahun pertama penggunaan.

Metode ini berasal dari American Congress of Obstetricians and Gynecologists, yang menyamakan tingkat teknik sterilisasi seperti "ikatan tabung".

Mirena menganjurkan agar tiap perempuan rutin memeriksa IUD tiap sebulan sekali untuk mengetahui posisi pastinya, yang bisa dilakukan dengan merasakan benang yang menempel pada AKDR yang terbentang dari rahim ke bagian atas vagina mereka.

Cara lain yang dapat menyebabkan kehamilan, yakni saat AKDR bergerak dan secara tak sengaja tertanam, atau menembus rahim. Jika sudah begini, proses pengangkatan alat sangatlah diperlukan karena bisa menyebabkan infeksi berat, keguguran, dan persalinan prematur.

"Semua metode kontrasepsi memiliki tingkat kegagalan," kata Dr. Colleen Krajewski, seorang konsultan nonprofit birth control support network Bedsider, di Broadly.

Krajewski mengambil contoh kasus, bahwa 1 dari 4 perempuan yang menggunakan kondom bisa hamil, sementara 1 dari 10 perempuan yang menggunakan pil KB juga ada kemungkinan hamil.

Bila perempuan bisa hamil ketika menggunakan IUD, kemungkinan besar AKDR terjadi kesalahan atau kerusakan saat kehamilan berlangsung.

Tapi, kejadian ini tidak akan mengancam jiwa janin, jika hormon yang ditemukan adalah progesteron, yang tidak berbahaya bagi kehamilan.

Kapan Saat Tepat Pasang Spiral?

Bagi Mama yang ingin merencanakan kehamilan dengan disiplin tentu ingin segera ber-KB kembali setelah melahirkan. Apalagi, untuk Mama yang kehamilannya yang terakhir terjadi tanpa direncanakan alias kebobolan. 

Salah satu alat KB yang kerap digunakan ketika Mama ingin ber-KB setelah melahirkan adalah spiral (IUD), karena dianggap paling efektif dalam mencegah kehamilan. Lalu, kapan waktu tepat memakai KB spiral?

Sumber: Nakita
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved