Terusan Kra Thailand Bakal Mengguncang Dunia Maritim Indonesia dan Singapura
Joint venture antara Thailand dengan China yang bertujuan untuk memperpendek lintasan kapal dari Laut Andaman ke Laut Cina Selatan
Penulis: Teddy Malaka | Editor: Teddy Malaka
Dalam konteks pertukaran ekonomi yang berkembang pesat antara Asia, Eurasia barat dan Afrika, Kanal Kra tidak akan menjadi pengganti Selat Malaka namun merupakan pelengkap yang diperlukan.
Selama ini seperempat barang yang diperdagangkan secara internasional melintasi Selat Malaka telah memadati hamparan perairan antara Semenanjung Melayu dan Sumatra, dan sementara China sedang dalam perjalanan untuk menjadi ekonomi terbesar di dunia.
Pembukaan saluran perdagangan lain yang lebih dekat ke benua Asia Tenggara adalah menjawab kebutuhan yang obyektif.
Dalam jangka panjang, ekonomi Thailand yang berkembang tidak akan merugikan anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Diprediksi langkah ini akan memberikan kemakmuran kepdaa 67 juta orang Thailand.
Dengan memperpendek jarak antara Samudra Hindia dan Timur Jauh lebih dari 1000 kilometer, Kanal Kra akan menguntungkan bisnis internasional namun juga akan menciptakan peluang baru bagi negara-negara yang berada di dekat jalur baru ini.
Dalam pembentukan lingkungan diplomatik umum yang menguntungkan realisasi saluran air buatan, pilihan yang ditawarkan ke Myanmar dan Vietnam harus dipelajari dan ditekankan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/terusan-kra_20171130_152216.jpg)