Penerbit Yudistira Minta Maaf Tulis Yerusalem Ibukota Israel di Buku IPS
Pihak Yudhistira minta maaf kepada publik terkait kekeliruan dalam penyampaian informasi dalam buku pelajaran IPS.
BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Penemuan buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang menyebutkan Yerusalem sebagai ibukota Israel sempat viral di media sosial.
Wakil Ketua Umum Penerbit Yudhistira, Djadja Subagdja pun menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait kekeliruan dalam penyampaian informasi dalam buku pelajaran sekolah tersebut.
Permintaan maaf tersebut disampaikannya usai pertemuan dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/12/2017).
"Tidak bermaksud apapun ataupun dengan kesengajaan pengakuan Yerusalem terhadap Israel. Ini benar-benari murni kesalahan pengutipan," kata Djadja Subagdja.
Baca: Netizen Geram Buku IPS Kelas 6 SD Tulis Yerusalem Ibu Kota Israel, Begini Penjelasan Yudistira
Sebagai bentuk pertanggung jawaban, pihak Yudhistira telah memberikan contok cetakan versi revisi dan akan melakukan pencetakan ulang hasil revisi buku IPS kelas enam tersebut.
"Hari ini saya membawa satu contoh eksemplar buku cetakan baru yang akan didistribusikan sebagai bentuk pertanggung jawaban kesalahan kami," ujar Djadja Subagdja.
Perbaikan tersebut, kata Djadja, dilakukan dengan pencetakan ulang dengan pengoreksian negara-negara Asia Barat di nomor tujuh, Tel Aviv merupakan Ibu kota Israel, dan di nomor 12, Yerusalem adalah ibukota Palestina.
"Kami telah melakukan Sebanyak lima ribu eksemplar telah selesai dicetak pada Jumat lalu," terang Djadja Subagdja.
Baca: Rasminah 3 Kali Dipaksa Menikah Mulai Usia 13 Tahun, Suami Pertama Minggat Entah Kemana
Nantinya, Yudistira akan melakukan pendistribusian buku revisi tersebut mulai hari ini ke berbagai wilayah provinsi di Indonesia seperti Sumatra, Pulau Jawa, Sulawesi dan lain-lain.
"Kami akan sampaikan kepada siswa, yang lama ditarik dan diganti yang baru. Dikarenakan ini akhir tahun, dan banyak sekolah yang sudah libur bahkan bagi raport, dari Tim Marketing yang memiliki data distribusi akan mulai pendistribusian mulai awal semester," papar Djadja Subagdja.
Sebelumnya, pada Jumat (15/12/2017) lalu, pihak Yudhistira juga telah menyampaikan permohonaan maaf-nya kepada masyarakat Muslim khususnya melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Ditarik dari Peredaran Januari 2018
Setelah sempat menimbulkan kontroversi, buku IPS kelas VI SD yang memuat Yerusalem sebagai ibukota Israel akan ditarik dari peredaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/buku-ips_20171213_154244.jpg)